Bawaslu Sleman Daftarkan Panwaslu ke BPJS Ketenagakerjaan

UNTUK memberikan perlindungan keselamatan kerja para petugas Pengawas Pemilu adHoc se-Kabupaten Sleman dalam menghadapi Pilkada mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman mendaftarkan seluruh anggota Bawaslu ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan setempat.

Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna al Ichsan Siregar, Rabu (9/10) menjelaskan, kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu wujud kepedulian Bawaslu Kabupaten Sleman terhadap keselamatan dan kesejahteraan pengawas adhocnya saat menjalankan tugas.

“Terdapat 1.987 pengawas adHoc yang kami daftarkan yang terdiri dari 170 Panwaslu Kecamatan (Kapanewon) dan jajaran sekretariat Panwaslu Kecamatan (Kapanewon), 86 Panwaslu Kelurahan/Desa, dan 1.731 Pengawas TPS,” tuturnya.

Dalam kepesertaan ini lanjutnya, jajaran Pengawas Pemilu adHoc dalam BPJS Ketenagakerjaan ini, manfaat yang didapatkan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

BACA JUGA  Kasus Kecelakaan Kerja di Jateng Terus Naik, Wagub Tekankan K3

Dapat apresiasi

Untuk jaminan kecelakaan kerja yang berkaitan dengan pekerjaan di antaranya adalah biaya pengobatan dan perawatan yang tidak terbatas, santunan upah sementara karena tidak mampu bekerja di enam bulan pertama sebesar 100% kali upah sebulan, santunan meninggal karena kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah sebulan, santunan kematian dan biaya pemakaman sebesar 22 juta, serta biaya homecare maksimal 20 juta.

“Sedangkan untuk jaminan kematian dengan resiko meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja atau sakit, peserta mendapatkan manfaat berupa santunan kematian dan biaya pemakaman sebesar 42 juta, dan beasiswa untuk 2 orang anak jika terjadi resiko cacat tetap atau meninggal dunia sebesar 174 juta dengan kepesertaan minimal 3 tahun,” pungkasnya.

BACA JUGA  BSI & BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Jaminan Sosial

Sementara itu, mewakili pihak BPJS Ketenagakerjaan, Rudi Susanto mengapresiasi pimpinan Bawaslu Sleman atas kebijakan itu. Ia mengatakan hal itu langkah tepat untuk memberikan jaring pengaman sosial kepada jajaran pengawas Pemilu adhoc dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

DINAS Kesehatan kota Tasikmalaya menemukan 30 orang positif campak berdasarkan pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus penyakit tersebut, ditemukan awal Januari hingga Maret dan kini semua pasien sudah sembuh setelah…

Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Mulai Turun

HARGA kebutuhan barang pokok di Jawa Barat terpantau mulai turun pasca-Idulfitri 2026. Penurunan tersebut terjadi karena pasokan stabil, permintaan yang kembali normal dan berbagai langkah pengendalian harga dari Pemprov Jabar..…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Impor Sapi, Domba dan Unta dari Australia Dorong Swasembada Pangan

  • March 30, 2026
Impor Sapi, Domba dan Unta dari Australia Dorong Swasembada Pangan

Penalti Marin Petkov Pupus Impian Indonesia Juarai FIFA Series

  • March 30, 2026
Penalti Marin Petkov Pupus Impian Indonesia Juarai FIFA Series

Satu Personel RI di UNIFIL Gugur, Menlu Sampaikan Duka

  • March 30, 2026
Satu Personel RI di UNIFIL Gugur, Menlu Sampaikan Duka

Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

  • March 30, 2026
Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Mulai Turun

  • March 30, 2026
Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Mulai Turun

Dua Korban Terseret Arus di Cianjur Ditemukan Meninggal

  • March 30, 2026
Dua Korban Terseret Arus di Cianjur Ditemukan Meninggal