Seorang Perempuan Otaki Pembunuhan Pacar

SEORANG perempuan berdiri diantara 25 tersangka kasus curas (pencurian dengan kekerasan) yang ditangkap Polda DIY bersama jajaran dalam Operasi Curas Progo 2024. Perempuan berinisial L ini, memang terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau yang dalam bahasa awam sering disebut perampokan.

Peristiwanya terjadi pada bulan Juni lalu. Berawal dari perempuan berinisial L ini bersama pacarnya Sumadi berboncengan dengan sepeda motor. Keduanya, meski sudah pukul 20.00 lebih menuju Kawasan Wisata Kaliurang.

Namun sampai di Jalan Kaliurang KM 20, L minta Sumadi menghentikan sepeda motornya, karena ada telepon. Dengan alasan suaranya akan terganggu terpaan angin saat sepeda motor berjalan, sehingga L minta berhenti. Sumadi pun menuruti permintaan pacarnya itu.

BACA JUGA  Sambut HUT Bhayangkara, Polda Jateng Gelar Baksos di Klenteng Sampokong

“Saya menunggu dia telepon sedikit menjauh dari saya,” kata Sumadi. Ia menambahkan, pacarnya ini bertelepon cukup lama.

Di saat menunggu pacarnya telepon, datang orang muda mendekat dan menanyakan mengapa berhenti dan dari mana asalnya. Hanya basa-basi biasa. Namun ternyata ujung-ujungnya mereka minta agar Sumadi menyerahkan barang-barang bawaannya seperti kartu ATM, uang tunai, ponsel dan sebagainya.

“Barang dua HP, STNK, SIM, KTP sama uang di dalam dompet, uangnya di dompet sekitar Rp 200 ribu, kalau yang di ATM sekitar Rp 2,8 juta,” ujarnya.Karena diancam dengan todongan pisau, akhirnya Sumadi pun menyerahkan barang-barang tersebut kepada orang tersebut. Bahkan beberapa harta milik pacarnya kemudian juga diserahkan ke penodongnya.

BACA JUGA  Kartini Masa Kini dalam Sosok Mahmudah

Atas kejadian ini, Sumadi dan pacarnya kemudian melapor ke Polsek Pakem.Polsek Pakem dan Polresta Sleman kemudian melakukan penyelidikan.

Bahkan, kejadian ini masuk dalam target operasi (TO) pada Operasi Curas Progo 2024.Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menjelaskan dalam serangkaian penyelidikan, akhirnya mengarah ke seseorang yang berinisial D.

Dan akhirnya polisi menangkap D. Meski sudah berhasil menangkap pelakunya, D, namun polisi tidak menghentikan kecurigaannya. Hingga akhirnya kemudian menemukan  keterkaitan antara pelaku, D, dengan pacar Sumadi yang berinisial L.

“Polisi akhirnya melakukan rangkaian penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku D, kemudian berkembang ke pacar korban yang menjadi otaknya,” kata Riski.

Kepada polisi, D mengaku diiming-imingi L uang sebesar Rp1 juta namun hingga tertangkap baru dibayar Rp700.000.

BACA JUGA  Warga Rempang Laporkan Insiden Pengeroyokan ke Polisi

“Tadinya dijanjikan uang Rp1 juta oleh L, tapi baru dibayar Rp 700 ribu. Saya gak kenal sama korban. Tapi saya kenal dengan L. Profesi korban pengemudi ojek online, korban juga. Saya juga pengemudi ojek online,” kata D. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

455 ribu kendaraan kembali ke Jabotabek pada H+1 Lebaran

SEBANYAK 455.994 kendaraan kembali ke Jabotabek pada H1 hingga H+1 libur Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. Yakni periode pada 31 Maret sampai dengan 2 April 2025. “Angka tersebut…

ASN di Pekanbaru Diingatkan tidak Tambah Libur Lebaran

APARATUR Sipil Negara dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru diingatkan untuk kembali berkantor pada 9 April mendatang. Para pelayan masyarakat itu hanya boleh libur lebaran selama…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

455 ribu kendaraan kembali ke Jabotabek pada H+1 Lebaran

  • April 4, 2025
455 ribu kendaraan kembali ke Jabotabek pada H+1 Lebaran

185.393 Kendaraan Pemudik Padati Tol Trans Sumatra

  • April 3, 2025
185.393 Kendaraan Pemudik Padati Tol Trans Sumatra

ASN di Pekanbaru Diingatkan tidak Tambah Libur Lebaran

  • April 3, 2025
ASN di Pekanbaru Diingatkan tidak Tambah Libur Lebaran

Cegah Macet, Polres Wonosobo Rekayasa Lalu Lintas di Dieng

  • April 3, 2025
Cegah Macet, Polres Wonosobo Rekayasa Lalu Lintas di Dieng