
TITIK panas atau hotspot indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terpantau di wilayah Sumatra.
Dari pantauan terakhir satelit, Rabu (28/8), terdeteksi sebanyak 172 titik panas karhutla di Pulau Sumatra dengan jumlah terbanyak di Provinsi Sumatra Selatan sebanyak 73 hotspot.
Forecaster on Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Deby Cindi mengatakan ratusan titik panas di Sumatra terpantau tersebar di lima provinsi. Adapun Provinsi Riau masih dalam kondisi nihil hotspot.
“Provinsi Riau masih nihil,” ujarnya.
Dijelaskannya, sebanyak 172 hotspot di Sumatra diketahui jumlah terbanyak terdeteksi di Sumatra Selatan sebanyak 73 titik. Kemudian Jambi 55 titik, Lampung 28 titik, Bangka Belitung 15 titik, dan Kepulauan Riau sebanyak satu hotspot.
“Sehingga total jumlah hotspot di Sumatra adalah sebanyak 172 titik panas,” jelasnya.
Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Chaerul Parsaulian Ginting mengatakan kondisi lapangan di Riau saat ini kondusif. Hal itu terjadi akibat curah hujan yang masih mengguyur wilayah Riau.
“Kondisi saat di lapangan sangat kondusif. Kami selalu siap siaga untuk menangani dan mengantisipasi karhutla,” jelas Chaerul.
Pada Senin (26/8), pantauan satelit terdeteksi sebanyak 241 hotspot di Pulau Sumatra. Jumlah terbesar berada di Provinsi Sumatra Selatan, dengan 111 titik panas.
Di Bangka Belitung juga terdeteksi sebanyak 75 hotspot Karhulta.
Kemudian Lampung, 41 lokasi, Jambi 9 tempat, dan Bengkulu sebanyak 5 daerah. (Rud/W-01)







