FK Undip tidak Menutupi Proses Investigasi Kematian dr Aulia

FAKULTAS Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang terbuka terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung atas meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dr Aulia Risma Lestari.

“Kami terbuka untuk investigasi dan tidak akan menutupi,” kata Dekan FK Undip Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, saat konferensi pers, di Semarang, Jumat (23/8).

Saat ini investigasi telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Kesehatan dan Kemendikbud Ristek. Ditambah dengan penyelidikan polisi.

“Kami terbuka bila itjen maupun kepolisian menemukan kesalahan dengan bukti yang kuat,” kata Yan Wisnu Prajoko.

“ Kami pun akan bertindak yang sama memberikan sanksi yang berat sesuai perundangan yang berlaku,” tegasnya.

BACA JUGA  RSHS Bandung Beri Sanksi Tegas pada Pelaku Perundungan

Ia menyebutkan ada sembilan rekan seangkatan mendiang dr Aulia di PPDS Anestesi Undip yang telah dimintai keterangan.

Kemudian kaprodi, kepala kelompok staf medis (KKSM) Anestesi RSUP dr Kariadi, hingga tenaga admin.

“Kami membuka dan memberi izin. Jadi, itu wujud kami tidak menutupi. Kalau tidak salah, ada dari Polda Jateng dan Polrestabes,” terang Yan.

Proses pendidikan untuk mahasiswa PPDS Undip memang lebih banyak di RSUP dr Kariadi Semarang, yakni 90 persen. Sementara sisanya di kampus Undip.

“Seperti saya sampaikan tadi, interaksi di dalam pendidikan lebih banyak di RS. Tapi yang namanya perundungan kan bisa terjadi di mana saja, termasuk di luar aktivitas pendidikan,” katanya.

BACA JUGA  FK Undip Akhirnya Akui Ada Perundungan di PPDS Anestesi

Ia menjelaskan bahwa FK Undip telah membentuk tim investigasi internal bersifat adhoc setelah dr Aulia ditemukan meninggal dunia.

Hasil dari investigasi internal sejauh ini tidak ditemukan adanya aspek perundungan yang menjadi penyebab kematian dr Aulia Risma.

Tim investigasi FK Undip melihat rekam jejak setelah 1-2 hari meninggalnya dr Aulia Risma. Tim juga melihat rekam selama pendidikan.

“Kami menyimpulkan kondisi dialami almarhumah tidak ada aspek perundungan yang melatarbelakangi,” ungkapnya.

Yan mengatakan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil investigasi yang sedang berjalan, baik dari dua itjen maupun kepolisian.  (*/S-01)

BACA JUGA  Universitas Diponegoro Hadirkan Reverse Vending Machine

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polemik Video WNI, LPDP Tegaskan Aturan Pengabdian

LEMBAGA Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merespons polemik di media sosial terkait unggahan video akun @sasetyaningtyas, yang diketahui merupakan alumnus LPDP. Dalam video yang beredar, pemilik akun tersebut menyatakan kebanggaannya karena…

ALS Renggut Nyawa Aktor Grey’s Anatomy Eric Dane

AKTOR serial Grey’s Anatomy dan Euphoria, Eric Dane, meninggal dunia pada Kamis (19/2), kurang dari satu tahun setelah mengumumkan dirinya didiagnosis ALS atau penyakit Lou Gehrig, yakni penyakit sistem saraf…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BRIN: Lubang Besar di Aceh Tengah Akibat Longsor

  • February 21, 2026
BRIN: Lubang Besar di Aceh Tengah Akibat Longsor

Zidane Selangkah Lagi Menjadi Arsitek Timas Prancis

  • February 21, 2026
Zidane Selangkah Lagi Menjadi Arsitek Timas Prancis

Mayweather Siap Comeback setelah 9 Tahun Pensiun

  • February 21, 2026
Mayweather Siap Comeback setelah 9 Tahun Pensiun

Polemik Video WNI, LPDP Tegaskan Aturan Pengabdian

  • February 21, 2026
Polemik Video WNI, LPDP Tegaskan Aturan Pengabdian

ALS Renggut Nyawa Aktor Grey’s Anatomy Eric Dane

  • February 21, 2026
ALS Renggut Nyawa Aktor Grey’s Anatomy  Eric Dane

Sepekan, Gunung Merapi Diguncang 1.522 Gempa

  • February 21, 2026
Sepekan, Gunung Merapi Diguncang 1.522 Gempa