Pengusaha Iklan di Yogyakarta Gelapkan Pajak

SEORANG pengusaha bidang advertising asal Kota Yogyakarta berinisial AAP, ditetapkan sebagai tersangka kasus kejahatan pajak.

Tersangka dan barang buktinya diserahkan oleh PPNS Kanwil Direktorat Jenderal Pajak DIY ke Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Senin (5/8).

Kakanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Erna Sulistyowati menjelaskan, tersangka AAP melalui perusahaannya yaitu PT MA bergerak di bidang advertising di Kota Yogyakarta diduga sengaja menyampaikan SPT yang isinya tidak benar atau tidak lengkap.

Perusahaan itu tidak menyetorkan PPN yang sudah dipungut.

“Untuk mengelabuhi perpajakan, tersangka mengisi kolom PPN disetor dimuka dalam SPT Masa PPN Masa pajak Januari 2018 sampai dengan Desember 2018,” jelasnya.

Padahal tersangka tidak melakukan setoran PPN di muka sebagaimana yang disampaikan.

Bahkan SPT (Surat Pemberitahuan Terutang) Masa PPN yang seharusnya kurang bayar berubah menjadi nihil,  sehingga tidak ada setoran ke kas negara yang masuk.

Erna yang didampingi pejabat dari Kejaksaan Tinggi DIY dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY itu mengemukakan lebih lanjut

Perbuatan AAP  telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp520.879.838 untuk jenis pajak PPN masa pajak Januari-Desember 2018.

Jajarannya telah melakukan berbagai upaya namun AAP tidak juga menyelesaikan. Sehingga kemudian dilakukan penyelidikan dan akhirnya statusnya dinaikkan menjadi tersangka.

Tim Penyidik Kanwil DJP DIY kemudian melakukan penyitaan aset milik tersangka  senilai Rp1.571.705.000.

Aset yang kami terdiri dari harta tidak bergerak berupa satu bidang tanah dan bangunan di Kota Yogyakarta dengan nilai Rp1.553.244.000.  Dan harta bergerak berupa satu unit sepeda motor dengan nilai Rp18.461.000.

Erna menjelaskan dalam kasus kejahatan pajak, biasanya denda yang dijatuhkan mencapai dua atau bahkan empat kali dari yang belum dibayarkan.

“Kalau dalam pelelangan mendatang ternyata ada lebih nilai, maka kelebihan itu akan dikembalikan,” katanya.

Namun jika tidak cukup, Jaksa akan terus melakukan pelacakan untuk menemukan harta lainnya. (AGT/S-01)

  • Siswantini Suryandari

    Related Posts

    Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

    POLDA Jawa Tengah terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026 untuk mencegah kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Upaya tersebut diwujudkan…

    GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

    KETUA Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba menegaskan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekedar kegiatan seremoni tahunan. Lebih dari itu sebagai momentum untuk menguji…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Jangan Lewatkan

    KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

    • October 30, 2026
    KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

    Pemerintah Perlu Tetapkan Tujuan Cukai Minuman Berpemanis di Kemasan

    • October 30, 2026
    Pemerintah Perlu Tetapkan Tujuan Cukai Minuman Berpemanis di Kemasan

    Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

    • October 29, 2026
    Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

    Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

    • October 29, 2026
    Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

    Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

    • October 29, 2026
    Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

    Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

    • October 29, 2026
    Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika