Kominfo Didesak segera Berantas Judol dan Pinjol

KOMUNITAS Kreativitas Perempuan Indonesia Maju, Restianti mendesak Kominfo untuk segera memberantas aktivitas judi online pinjaman online ilegal yang kini marak di masyarakat.

Pasalnya, akibat dari judi online dan pinjaman online itu kaum perempuan dan anak yang paling rentan dan dirugikan. Dampak pinjol dan judol tak hanya terkait materi yang menyebabkan kemiskinan, namun juga meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kurang gizi pada anak hingga perceraian.

“Kami atas nama Kreativitas Perempuan Indonesia Maju menyatakan marah dan mendesak pemberantasan atas praktik judi dan juga pinjaman online ilegal yang saat ini marak di masyarakat Indonesia,” kata Ketua Kreativitas Perempuan Indonesia Maju yang juga menyampaikan petisi di Jakarta pada Kamis (1/8).

Menurut dia dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, pemerintah sudah seharusnya cepat tanggap dan responsif terhadap pemberantasan judi online melihat para oknum bandar semakin menyasar kalangan perempuan dan anak.

“Dengan semakin berkembangnya teknologi dan digitalisasi manfaat serta kemudahan atas perkembangan ini, ternyata dijadikan hal yang negatif oleh oknum yang menyesatkan Bangsa Indonesia. Bentuk judi apapun dilarang dilakukan di Indonesia dan juga dilarang oleh agama apapun. Hal ini berbahaya karena merugikan dan juga menyesatkan moral masyarakat Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA  DPRD Kota Bandung Minta Anggota Dewan Jauhi Judi Online

Resti juga mengatakan bahwa dampak judi online menyebabkan keluarga dari kalangan ekonomi bawah banyak terjerat utang pinjaman online ilegal yang membuat kehidupan mereka semakin tercekik. Menutnya, jika hal ini terus dibiarkan, maka akan merusak tatanan masyarakat.

“Sudah banyak orang yang menjadi korban dari judi online, begitu juga dengan pinjaman online ilegal yang mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah dan ekonomi kebawah yang mengakibatkan masyarakat Indonesia semakin terpuruk dan hancur hidupnya,” imbuhnya.

Melihat hal tersebut, Resti mendorong pemerintah untuk segera melakukan tindakan tegas dan serius untuk benar-benar membasmi seluruh kegiatan judi dan pinjaman online.

“Tangkap bandar judi online dan blokir semua rekening penampungan hasil judi online dan pinjaman online ilegal. Tegakkan hukum seadilnya agar supremasi hukum berjaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta,” imbuhnya.

BACA JUGA  Kecamatan Bogor Selatan Tertinggi Transaksi Judol se Indonesia

Blokir aplikasi

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan pihaknya yang tergabung dalam satgas judol terus melakukan berbagai strategi guna memberantas judi online, yang terbaru adalah pemblokiran aplikasi koneksi jaringan privat atau VPN gratis yang kerap digunakan oleh masyarakat ekonomi bawah untuk mengakses judi online.

“Saya sudah menerapkan kebijakan untuk menutup dan memblokir VPN karena judi online ini menggunakan VPN. Saat ini kita sudah memblokir tiga aplikasi VON tidak berbayar atau gratis yanh paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk bermain judol,” jelasnya.

Budi memaparkan hingga kini pihaknya telah mendeteksi 23 hingga 30 aplikasi VPN yang diduga digunakan masyarakat untuk bermain judi online. Hal ini berdasarkan temuan dari dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo.

“Kominfo saat ini tengah berfokus terlebih dahulu untuk menelusuri vpn gratis apa saja yang paling banyak digunakan untuk bermain judol. Nanti bertahap pokoknya semua VPN gratis yang mengandung konten-konten negatif (termasuk judol) kita hapus,” imbuhnya.

BACA JUGA  Ribuan Anggota Legislatif Main Judol

Budi juga menyambut baik semangat dan desakan dari emak-emak tersebut. Ia menyadari bahwa ibu dan anak adalah pihak yang paling dirugikan dan kerap mendapatkan dampak negatif dari adanya praktik judi online dan pinjaman online ilegal sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan peningkatan literasi digital pada Ibu dan anak

“Kominfo sangat serius dalam memberantas judi online. Karena anak-anak dan ibu-ibu ini adalah bagian yang paling rentan dalam judi online. Sudah tidak ada kata mundur, adanya maju atau maju terus. Karena judi online harus berhenti, karena kasihan rakyat,” jelasnya. (*/M-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

YAYASAN Inspirasi Raden Ajeng Kartini menyalurkan 158 tangki atau keseluruhannya sebanyak 790.000 liter air bersih senilai Rp28 juta untuk warga terdampak kemarau di Gunungkidul, DIY pada Minggu. Air bersih tersebut…

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Kompetisi Elite Pro Academy/EPA ONE 2026/2027 resmi bergulir. Laga pembuka EPA ONE 2026/2027 yang mempertemukan Dewa United Banten FC U20 dan Persija Jakarta U20 berlangsung di Training Ground Dewa United…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

  • October 4, 2026
Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

  • October 4, 2026
Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

  • October 4, 2026
Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

  • October 4, 2026
Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

  • October 4, 2026
Ludes Terjual,  67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data