MBG 3B Tekan Stunting, Pemerintah Kawal Distribusi

PEMERINTAH menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Program MBG 3B harus benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Pengawasan ketat wajib dilakukan agar tidak disalahgunakan,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Balai RW 03, Isola, Sukasari, Bandung, Selasa (29/7).

Wihaji menyoroti pentingnya edukasi dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader KB. Mereka bertugas memastikan bantuan tidak disalahgunakan.

BACA JUGA  Jabar Catat Penurunan Stunting Tertinggi Nasional

“Jangan sampai makanan untuk balita justru dikonsumsi orang dewasa. Kalau bapaknya lapar, ya itu tugas bapaknya cari makan. Program ini bukan untuk semua, tapi khusus bagi kelompok 3B,” tegasnya.

Menurut data terbaru, dari target 9,1 juta penerima manfaat MBG 3B secara nasional, saat ini realisasi baru mencapai 2,6%. Cakupan ini diproyeksikan terus bertambah seiring penguatan koordinasi dan distribusi melalui jaringan SPPG di berbagai daerah.

Wihaji menyatakan bahwa cakupan program MBG kini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu dan balita yang tidak terlayani PAUD. Di Bandung, SPPG di RW 03 Isola telah melayani sekitar 244 penerima manfaat, dengan distribusi dilakukan oleh kader BKKBN dan penyuluh KB.

BACA JUGA  Pendonor Darah Kota Bandung Raih Tanda Kehormatan Satyalencana

Ia juga menegaskan instruksi langsung Presiden terkait pendekatan lapangan dalam menjalankan program.

“Presiden bilang: jangan kebanyakan seminar, turun ke lapangan, pastikan program berjalan. Kalau tidak berjalan, cari tahu sebabnya dan perbaiki. Kalau sudah jalan, tetap dikawal,” ucap Wihaji.

Sementara itu, Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka mengungkapkan bahwa program MBG 3B berhasil menurunkan angka stunting nasional ke level 19,8%, pertama kalinya di bawah 20%. Ini menjadi capaian penting dalam pembangunan SDM Indonesia.

“Intervensi kita mulai menunjukkan hasil. Tantangan ke depan adalah memastikan pemerataan manfaat, termasuk di desa dan wilayah 3T,” kata Isyana.

Pemerintah akan terus memperluas cakupan program melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan mitra lokal di seluruh Indonesia. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Ratusan Siswa Dianulir di PPDB 2024 Jabar karena Curang

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

PEMERINTAH Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor tata kelola pangan perkotaan (urban food governance) di tingkat global. Hal itu dibuktikan dengan undangan resmi dari World Food Programme (WFP) dan Milan…

Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, terus mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) agar berinovasi. Terutama untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah berbagai kebijakan anggaran saat ini. Salah satunya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gol Barros Antar Kemenangan Persib

  • July 25, 2026
Gol Barros Antar Kemenangan Persib

15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

  • July 25, 2026
15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

Perluas Kemitraan, Kalog Express Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

  • July 25, 2026
Perluas Kemitraan, Kalog Express Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Tiga Mahasiswa Asing Ikut Wisuda UPN Veteran Yogyakarta

  • July 25, 2026
Tiga Mahasiswa Asing Ikut Wisuda UPN Veteran Yogyakarta

Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

  • July 25, 2026
Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal

  • July 25, 2026
Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal