Pemprov Jabar Pangkas Anggaran Media Rp50 M Jadi Rp3,1 M

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat pangkas anggaran media dari Rp 50 miliar menjadi Rp 3,1 miliar untuk publikasi.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Ketua DPRD Bucky Wikagoe memilih diam saat ditanya soal nasib ekosistem pers di Jabar terkat pemangkasan anggaran publikasi media.

Keduanya menghindari pertanyaan soal komitmen anggaran terhadap kelangsungan media di Jabar usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar, Kamis (22/5).

Gubernur bahkan berulang kali melewati pertanyaan wartawan soal jaminan keberpihakan Pemprov Jabar terhadap dunia pers.

Sementara Bucky hanya berkata singkat, “Mau rapat lagi,” sebelum masuk ke ruangannya, tanpa sempat memberikan klarifikasi.

Anggaran publikasi Pemprov Jabar yang dulu mencapai Rp50 miliar kini terpangkas brutal menjadi Rp3,1 miliar, hanya sekitar 1 per 10.000 dari total APBD.

BACA JUGA  KDM Ajak Masyarakat Kembalikan Fungsi Gunung untuk Cegah Bencana

Pengamat kebijakan publik sekaligus aktivis 1977, Syafril Sjofyan menyebut Pemprov Jabar telah gagal membaca makna demokrasi dalam praktik.

Membangun jalan dan jembatan itu penting, tapi membangun ruang publik yang kritis dan independen jauh lebih menentukan masa depan demokrasi.

“Tanpa dukungan yang serius terhadap pers, pemerintah justru membuka jalan bagi lahirnya otoritarianisme baru yang dibungkus digitalisasi,” ujar Syafril.

Saat anggaran disunat dan kebijakan abai, yang dikorbankan bukan hanya media, tapi hak publik untuk tahu dan bersuara

“Pemprov Jabar harus segera menentukan sikap, apakah masih berpihak pada demokrasi atau sudah sepenuhnya berpaling darinya,” tegasnya

“Publik kehilangan akses informasi yang berimbang, sementara suara-suara kritis dibungkam oleh kelaparan struktural,” bebernya.

BACA JUGA  Hasil Survei Dedi Mulyadi Dipuji, Pemprov Jabar Dikritik

Syahadat Akbar, jurnalis independen  menilai ada kesengajaan. Gubernur lebih sibuk memoles citra pribadi di media sosial (medsos), ketimbang membangun sinergi dengan media massa.

“Jangan-jangan memang ingin mematikan perusahaan media secara  perlahan,” ungkapnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terhadap tinggi gelombang di perairan Samudera Hindia di sebelah selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul yang dimungkinkan terjadi pada Senin (5/10)…

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

PERTAMINA Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak menggelar pemeriksaan gigi gratis ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa di P3D Semar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis