
GEMPA bumi mengguncang Bengkulu, Jumat (23/5) pukul 02.52 WIB dengan pusat gempa berada di 43 km barat daya Bengkulu.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kedalaman gempa 10 km di peraian Bengkulu dan tidak berpotensi tsunami.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan dampak gempa bumi, sekitar 100 rumah warga rusak.
“Rumah yang rusak kurang lebih 100 unit, dan yang rusak parah kurang lebih separuhnya,” kata Helmi Hasan di Bengkulu, Jumat (23/5).
Pemerintah Provinsi Bengkulu akan memperbaiki dan merenovasi rumah warga yang rusak.
Untuk rumah warga yang rusak parah akan dirobohkan dan akan dibangun kembali dengan rumah baru oleh Pemprov Bengkulu.
Untuk rumah rusak ringan akan diperbaiki. Warga pemilik rumah terdampak baik rusak ringan dan berat mendapat uang duka.
“Selain rumah rusak, gempa menyebabkan sejumlah warga di Kota Bengkulu mengalami luka-luka. Meninggal dunia tidak ada,” ujar Helmi Hasan.
Getaran gempa dirasakan ringan hingga sedang di Kota Bengkulu dan Empat Lawang dengan skala MMI IV-V.
Sejumlah wilayah, seperti Kepahiang, Liwa, Lemong, Tais, Muko-Muko, Rajang Lebong, dan Lubuk Linggau juga merasakan getaran gempa dengan skala MMI III hingga IV.
Bengkulu adalah daerah rawan gempa bumi. Bengkulu pernah dilanda gempa bumi besar pada tahun 2000. Gempa terjadi 4 Juni 2000 pukul 23.28 WIB dan magnitudo 7,9.
Gempa dengan kedalaman 33 km ini menyebabkan 103 orang meninggal dunia. Sedikitnya 15.000 rumah rusak berat, dan 29.940 rusak ringan,
Gempa ini adalah gempa bumi pertama dalam rentetan gempa bumi Sumatra yang sangat besar pada awal tahun 2000-an. (*/S-01)







