Komisi E DPRD Jateng Minta Jatim Ajari Cara Turunkan Angka Kemiskinan

SEBAGAI provinsi terluas serta terpadat di Jawa, Jawa Timur dinilai mampu mengurangi angka kemiskinan. Hal inilah yang menjadikan Komisi E DPRD Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Pemprov Jatim guna mengetahui upaya apa yang mereka lakukan selama ini.

Ketua Komisi E Messy Widiastuti menjelaskan, pentingnya masukan dari daerah lain terutama yang memiliki kasus kemiskinan supaya mereka bisa belajar. Terlebih lagi Komisi E menginisiasi Rapernda Penanggulangan Kemiskinan di Jateng.

Dengan demikian diperlukan masukan yang komprehensif untuk menguatkan isi materi pada pasal per pasal.

“Apa kiat dari Pemprov Jatim untuk mengurangi angka kemiskinan. Kita perlu mencontoh kebijakan maupun terobosan yang diambil untuk bisa dibawa ke Jateng,” ucapnya saat memimpin Komisi E berkunjung ke Kantor Dinas Sosial Jatim, Senin (20/1).

Dinsos Jatim

Rombongan diterima langsung Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani.
Sebagai catatan, sebanyak 1,5 juta warga keluar dari angka kemiskinan ekstrem dan 603 ribu keluar dari garis kemiskinan. Capaian selama lima tahun dari 2021 sampai 2024 sangat signifikan. Dengan demikian kemiskinan di Jatim tinggal 9,2 persen.

BACA JUGA  Penduduk Miskin di Jateng Menurun masih Butuh Percepatan

Bagi anggota Komisi E Dipa Yustisia meminta untuk memaparkan penanganan Pemprov Jatim termasuk Dinsos dalam upaya penanggulangan tersebut. Kartina Sukawati, Padmasari Mestikajati juga mempertanyakan hal serupa.

“Apakah setiap kabupaten/kota tercatat miskin selalu ada peningkatan. Bagaimana pendanaannya? meningkat teruskah? Apakah di Jatim, sasarannya terhubung TKSK? Apakah ada aduan masyarakat? Adakah yang seharusnya tidak dapat malah dapat atau data tidak valid? Bantuan untuk perempuan, apakah ada landasan perda atau peraturan dinsos memberikan anggaran ke perempuan, dan anggaran APBD masuk ke dinsos?” tanyanya.

Tiga strategi

Restu Novi Widiani mengungkapkan ada tiga strategi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Pemerintah banyak mengambil peran pada strategi memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi beban pengeluaran, serta meningkatkan pendapatan.

“Dalam rangka percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, Pemprov Jatim telah memetakan tiga strategi. Dan Dinsos Jatim eksis di strategi utamanya, memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi beban pengeluaran, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan berbagai program prioritas kami,” ungkapnya.

Program prioritas yang dimaksud dalam strategi memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi beban pengeluaran adalah bantuan Kemiskinan Ekstrem (KE), Program Keluarga Harapan Perlindungan Lanjut Usia (PKH Plus), Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh pabrik rokok, hingga buffer stocks berupa alat bantu mobilitas.

BACA JUGA  Kemiskinan di Jateng Turun 0,30%, Pj Gubernur Jateng Minta Semua Pihak Tetap Bekerja Keras

Untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi beban pengeluaran, Dinsos Jatim juga memberi perhatian pada masyarakat rentan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang ada di dalam panti. Baik yang ada di 29 Unit Pelaksana Teknis (UPT) naungan Dinsos Jatim maupun di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) nonpemerintah.

Percepatan bansos

Sedangkan, dari strategi meningkatkan pendapatan, Dinsos Jatim mengandalkan program seperti bantuan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE), kemandirian sosial bagi penerima manfaat (PM) di UPT, dan kewirausahaan sosial bagi eks PM.

Dinsos Jatim telah melakukan percepatan penyaluran bansos senilai Rp67,5 miliar. Di antaranya bantuan KE pada 6.279 orang dengan total bantuan Rp9 miliar. Lalu, perluasan bantuan PKH Plus dari 25 kabupaten/kota telah menjadi 38 daerah atau menjadi tambahan 3.614 KPM dengan total bantuan Rp1,8 miliar.

BACA JUGA  Wakil Presiden Gibran Kunker di Solo Tinjau Sejumlah Proyek

Di 25 kabupaten/kota sebelumnya juga akan ada percepatan penyaluran bantuan PKH Plus dengan total 46.386 KPM, yang dilakukan pada bulan September dan November. Kemudian, bantuan kewirausahaan bagi 366 PM di UPT naungan Dinsos Jatim dengan total Rp1,83 miliar.

Penyaluran ASPD

Penambahan bantuan ASPD kepada sebanyak 416 orang, yang total bantuani Rp374,4 juta dan top-up Rp200 ribu per penerima bagi 4000 PM ASPD. Serta percepatan penyaluran ASPD bagi 3583 PM di bulan September dan November dengan dana sebanyak Rp6,4 miliar.

Dinsos Jatim selama ini menyiapkan insentif berupa tali asih bagi pilar-pilar sosial, serta jaminan kesehatan BPJS Ketenagakerjaan untuk TKSK dan Tagana. Kepala Dinsos Jatim pun menyatakan akan kian memperhatikan kebutuhan dana operasional bagi para pilar sosial, agar dapat semakin menggali Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) serta menyelesaikan permasalahan sosial. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

SEBANYAK 429 siswa MTs Progresif Bumi Sholawat membatik bersama di Lippo Plaza Sidoarjo. Kegiatan outdoor learning ini digelar untuk menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober mendatang. Para…

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

POLSEK Depok Timur, Sleman menangkap seorang laki-laki berinisial ZK, 18 tahun yang membawa senjata tajam berupa clurit. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan penangkapan itu bermula dari petugas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

  • September 29, 2026
Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

  • September 29, 2026
Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

  • September 29, 2026
Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

John Herdman hingga Maarten Paes Acungi Jempol, Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 29, 2026
John Herdman hingga  Maarten Paes Acungi Jempol,  Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

  • September 29, 2026
Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

  • September 28, 2026
Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia