Warga Terdampak Banjir Pasuruan Dapat Bantuan Kemensos

BANJIR besar melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur tepatnya di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji pada Kamis (16/1) hingga kini belum surut.

Banjir dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 100 sentimeter ini berdampak pada 6.690 jiwa dan merendam 2.350 rumah.

Warga terdampak kini bertahan di rumah masing-masing atau mengungsi sementara di musala dan rumah sanak saudara

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Kementerian Sosial telah bergerak cepat untuk membantu masyarakat terdampak.

“Kami memastikan bahwa bantuan kedaruratan sampai ke lokasi bencana dengan segera,” kata Mensos dalam keterangannya, Jumat (17/1).

“Saat ini,kami telah menyalurkan 800 paket makanan siap saji dan 150 lembar selimut,” lanjutnya,

BACA JUGA  BMKG: 4-11 Maret Hujan Intensitas Tinggi di Sejumlah Wilayah

Bantuan awal dari Kemensos diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Ia juga menyoroti pentingnya dapur umum mandiri yang telah didirikan di Desa Kedungringin untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat selama banjir berlangsung.

“Dapur umum ini dikelola oleh warga setempat bersama Tagana, dengan dukungan bahan makanan dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Mensos menegaskan pentingnya pendataan dan asesmen di lokasi bencana untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat.

“Pendataan yang cepat dan akurat adalah bagian dari langkah strategis Kemensos dalam memastikan setiap warga terdampak menerima bantuan sesuai kebutuhan.” ungkap Gus Ipul.

Meski tidak ada laporan korban jiwa maupun luka, Mensos menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau situasi hingga banjir benar-benar surut.

BACA JUGA  Awas! 8 Wilayah ini Diprediksi akan Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

“Kami memahami bahwa kondisi ini belum selesai. Selain kebutuhan dasar seperti makanan dan selimut, warga terdampak juga sangat membutuhkan air bersih. Kami sedang berkoordinasi untuk memastikan pasokan air bersih bisa segera didistribusikan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya waspada mengingat curah hujan di wilayah Pasuruan masih tinggi.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi arahan dari aparat setempat. Jika situasi memburuk, pastikan keselamatan diri dan keluarga menjadi prioritas utama,” katanya. (*/S-01)

BACA JUGA  Wali Kota Semarang Ingatkan Jajaran untuk Antisipasi Banjir

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

POLSEK Sleman menerima laporan ditemukannya sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki di Zona Klitikan Pasar Sleman, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat pagi. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo…

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X  resmi membuka gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XXI 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sleman, pada Kamis (13/08). Ajang itu diharapkan jadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara