
BIDANG Propam Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memeriksa enam anggota Unit Gakkum Satlantas Polresta Yogyakarta. Diungkapkan Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol. Aditya Surya Darma, pemeriksaan itu terkait meninggalnya seorang warga Mijen, Semarang, Darso pada Septemer lalu setelah dibawa oleh Satlantas Polresta Yogyakarta dalam kaitan kasus kecelakaan lalu lintas.
“Yang diperiksa ini termasuk Kanit Gakkum Satlantas Polresta Yogyakarta,” kata Kombes Pol. Aditya, Minggu.
Ia menjelaskan, setelah diperiksa secara internal, pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan oleh Bid Propam Polda Jawa Tengah. Karena keluarga Darso melaporkan anggota Unit Gakkum Polresta Yogyakarta ini ke SPKT Polda Jawa Tengah.
“Hingga hari Sabtu, belum ada pemanggilan dari Polda Jawa Tengah,” katanya.
Secara tegas, Kapolresta Yogyakarta mengatakan, jajaran Polresta Yogyakarta maupun Polda DIY mendukung sepenuhnya pemeriksaan terhadap enam anggota Satlantas Polresta Yogyakarta ini oleh Polda Jawa Tengah.
Dugaan tabrak lari
Enam anggota Unit Gakkum Satlantas Polresta Yogyakarta yang pada waktu itu bertolak ke Semarang untuk menyelesaikan kasus dugaan tabrak lari pada kecelakaan lalu lintas yang terjadi 12 Juli 2024 lalu sekitar jam 09.30 WIB di Jalan Mas Suharto, Danurejan, Kota Yogyakarta.
Aditya menuturkan keperluan anggotanya ke Semarang untuk memberikan surat undangan pemaggilan kepada Darso untuk klarifikasi kejadian laka lantas pada 12 Juli 2024 sekira pukul 09.30 WIB di Jalan Mas Suharto tersebut.
Unit Gakkum Satlantas Polresta Yogyakarta ini berangkat ke Semarang pada September 2024 untuk memberikan surat undangan keperluan klarifikasi kejadian laka lantas pada 12 Juli 2024 di wilayah hukum Polresta Yogyakarta.
Darso awalnya tidak mengakui itu. “Tapi setelah ditunjukan rekaman CCTV kemudian yang bersangkutan mengakui bahwa mobil yang (ditumpangi) terlibat kecelakaan,” ujar Kapolresta.
Sakit di dada
Polisi selanjutnya membawa Darso untuk menunjukan lokasi rental mobil yang digunakan dirinya bersama teman-temannya untuk pergi ke Yogyakarta. Dalam perjalanan itu, Darso minta berhenti untuk buang air kecil, setelah itu Darso mengeluh sakit pada bagian dada sebelah kiri.
“Setelah buang air kecil dia mengeluh sakit dada kiri dan minta untuk diambil obat jantung di rumahnya,” terang Aditya. Namun petugas yang membawanya justru menyarankan agar Darso dibawa ke rumah sakit, yakni RS Permata Medika.
Dalam perawatan rumah sakit tersebut, Darso meninggal dunia. Menyinggung adanya bercak-bercak lebam di tubuh Darso Kapolresta enggan menjawab. (AGT/N-01)







