Waspadai Wabah Human Metapneumovirus

HUMAN Metapneumovirus (HMPV) mewabah di Tiongkok saat ini. Apalagi menjelang libur Imlek, HMPV menyebar cepat dan lonjakan kasus cukup signifikan di Tiongkok utara.

Ini mengingatkan peristiwa Covid-19 yang menyebar menjelang Imlek. Saat liburan Imlek,  terjadi peningkatan jumlah warga Tiongkok melakukan perjalanan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk tidak panik tetapi tetap waspada.

Masyarakat diminta menjaga kesehatan untuk mencegah risiko penularan virus Human Metapneumovirus ini.

Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati dalam keterangannya menjelaskan bahwa langkah-langkah preventif  bisa dilakukan.

Seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum membantu mengurangi risiko tertular.

BACA JUGA  Perlu Perbaikan Tata Laksana Klinis untuk Capai Nol Kematian Dengue 2030

“Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia,” kata Widyawati dalam keterangan resmi, Senin (6/1).

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” imbaunya.

Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di Tiongkok dan negara-negara lain.

Langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara.

Termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Human Metapneumovirus belum ada obatnya

Dikutip dari laman Kemenkes, HMPV adalah virus yang bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Gejalanya mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas.

BACA JUGA  Wilayah Papua Masih Rentan Terjangkit Malaria

Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.

Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, dan lansia.

Juga berisiko bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung.

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV.

Bila terkena HMPV, tindakan dilakukan dengan perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup. Tindakan ini efektif dalam membantu meringankan gejala.

Masyarakat bila memiliki gejala infeksi saluran pernapasan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan. (*/S-01)

BACA JUGA  Udayana CENTRAL Ungkap 4 Fakta Ini Soal Rokok Elektrik

Siswantini Suryandari

Related Posts

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

AJANG olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga sarana untuk menggalang kepedulian sosial, guna mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy. Project Director…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit