Pohon Natal Rockefeller dari Tradisi hingga Keberlanjutan

POHON Natal Rockefeller di New York City adalah salah satu simbol Natal paling ikonik di dunia.

Tradisi ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik, yang mencerminkan semangat perayaan dan kebersamaan. Berikut adalah penjelasan tentang sejarahnya:

Awal Mula (1931)

  • Tradisi Pohon Natal Rockefeller dimulai secara sederhana pada tahun 1931, saat para pekerja konstruksi yang membangun Rockefeller Center mendirikan sebuah pohon kecil setinggi sekitar 6 meter (20 kaki).
  • Pohon itu dihiasi oleh para pekerja dengan ornamen buatan tangan, seperti pita dan kaleng timah, untuk merayakan Natal di tengah masa Depresi Besar. Ini menjadi simbol harapan dan kegembiraan di masa sulit.

Resmi Menjadi Tradisi (1933)

  • Pada tahun 1933, dua tahun setelah pohon pertama, Rockefeller Center secara resmi mendirikan Pohon Natal besar untuk pertama kalinya. Ini juga menjadi awal dari tradisi tahunan yang terus berlanjut hingga sekarang.
  • Pohon tersebut didekorasi dengan lampu listrik, yang pada masa itu menjadi simbol kemajuan dan modernitas.
BACA JUGA  Badai Helene Hantam Florida Tewaskan 88 Orang

Perkembangan dan Keunikan

  1. Ukuran yang Semakin Besar:
    • Pohon Natal Rockefeller umumnya adalah pohon jenis Norway Spruce. Tingginya biasanya berkisar antara 18 hingga 24 meter (60 hingga 80 kaki).
    • Pohon dipilih dengan cermat dari berbagai wilayah di Amerika Serikat atau terkadang dari negara lain, berdasarkan ukuran, bentuk, dan keindahannya.
  1. Dekorasi dan Lampu:
    • Dekorasi menjadi semakin spektakuler seiring waktu. Pada tahun 1950-an, lebih dari 20.000 lampu dipasang pada pohon ini.
    • Saat ini, pohon dihiasi dengan lebih dari 50.000 lampu LED dan sering kali dilengkapi dengan bintang kristal Swarovski besar di puncaknya.
  1. Acara Penyalaan Lampu:
    • Tradisi acara penyalaan lampu pohon dimulai pada tahun 1951, saat pertama kali ditayangkan di televisi dalam acara The Kate Smith Show.
    • Sekarang, acara ini dikenal sebagai “Rockefeller Center Christmas Tree Lighting Ceremony” dan disiarkan secara nasional, menarik jutaan penonton setiap tahun.
BACA JUGA  73 Kontainer E-Waste Ilegal Akan Direekspor ke AS

Pohon Natal Selama Perang Dunia II

  • Pada tahun 1942 hingga 1944, tradisi pohon Rockefeller tetap dilanjutkan meskipun sedang terjadi Perang Dunia II. Namun, pohon tersebut hanya diterangi oleh lampu biru sebagai tanda penghormatan bagi tentara yang sedang bertugas.

Komitmen pada Keberlanjutan

  • Setelah pohon selesai digunakan, batangnya biasanya didaur ulang. Sejak tahun 2007, kayunya disumbangkan ke Habitat for Humanity untuk membangun rumah bagi mereka yang membutuhkan.
  • Lampu LED hemat energi juga digunakan untuk mendukung praktik keberlanjutan.

Simbolisme Pohon Natal Rockefeller

Pohon Natal Rockefeller tidak hanya menjadi hiasan atau atraksi turis, tetapi juga simbol persatuan, harapan, dan kebahagiaan selama musim liburan.

Setiap tahun, ribuan orang mengunjungi Rockefeller Center untuk melihat pohon ini secara langsung, sementara jutaan lainnya menikmatinya melalui televisi dan media sosial.

BACA JUGA  Bekap Prancis, Tim Basket AS Rebut Emas Olimpiade Paris 2024

Tradisi ini terus berkembang, menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi generasi demi generasi, sekaligus memperkuat semangat Natal di hati banyak orang di seluruh dunia. (S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

Penyanyi Indonesia, Nowela Elisabeth dan Suara 5 tampil dalam special performance pada pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia di matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR

Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37, Coach RD Apresiasi Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

  • September 30, 2026
Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37,  Coach RD Apresiasi  Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

  • September 29, 2026
Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa

  • September 29, 2026
BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa