
GEMPA dangkal Magnitudo 5.0 yang melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/9) berpusat di Kecamatan Kertasari.
Di wilayah itu menjadi titik gempa dangkal dengan kedalaman 10 km.
Ketua Unit Cegah Siaga (UCS) Kecamatan Kertasari, Deden Saputra membenarkan bahwa Kecamatan Kertasari sebagai pusat gempa menyebabkan sejumlah bangunan rusak.
Deden menyebutkan beberapa bangunan yang rusak antara lain Kantor Kecamatan Kertasari dan Kantor Urusan Agama.
Pagar dan tembok rusak dengan tingkat kerusakan mencapai 80 persen. Gerobak pedaganh juga rusak disebabkan gempa.
“Saat ini saya dan dan warga masih berada di tempat yang terbuka. Karena dikhawatrikan terjadi gempa bumi susulan,” kata Dede, Rabu (19/8).
Banyak warga memilih berada di luar rumah karena masih panik dan takut bila terjadi gempa susulan.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat mengatakan, berdasarkan laporan sementara yang didapat, tiga desa di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, terdampak bencana gempa bumi.
Tiga desa tersebut adalah Desa Tarumajaya, Cihawuk dan Cibeureum.
“Sejumlah bangunan, dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan Magnitudo 5.0. Di Desa Cihawuk satu fasilitas kesehatan terdampak, di Desa Cibeureum bangunan Polsek, KUA dan fasilitas kesehatan rusak,” ungkap Hadi Rahmat,
Sedangkan korban jiwa maupun korban luka-luka masih dalam tahap assessment.
Upaya yang dilakukan BPBD Jabar saat ini adalah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung dan melakukan assessment lebih lanjut.
Berdasarkan laporan, gempa Magnitudo 5.0 ini dirasakan selama 3-5 detik di sebagian besar wilayah Kabupaten Bandung. (Rava/S-01)







