Prabowo-Gibran Hadapi Tantangan Ekonomi Berat

DOSEN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Esther Sri Astuti S.A., PhD mengatakan bahwa visi misi yang diusung Prabowo-Gibran saat kampanye berbanding terbalik terhadap profil APBN Indonesia.

Visi misi Prabowo-Gibran fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pekerjaan layak. Juga pendidikan bagus, pemenuhan kebutuhan dasardengan harga terjangkau. Pendapatan yang cukup, pelayanan kesehatan, serta keamanan optimal.

Esther mengatakan visi misi ini berbanding terbalik dengan profil APBN Indonesia yang memiliki pengeluaran relatif lebih besar. Sementara pendapatan pajak lebih rendah sehingga menimbulkan risiko fiskal bagi pemerintahan mendatang.

Menurutnya, visi misi tersebut tampaknya berbanding terbalik terhadap profil APBN Indonesia yang memiliki pengeluaran relatif besar. Dan pendapatan pajak yang rendah sehingga menimbulkan risiko fiskal bagi pemerintahan mendatang.

BACA JUGA  APBN Tak Cukup Biayai Bencana, Perlu Skema Asuransi

“Beberapa solusi yang dapat dilaksanakan bagi pemerintahan mendatang meliputi peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja melalui kawasan ekonomi khusus, perbaikan infrastruktur dan penyelesaian masalah hukum,” kata Esther dalam acara Sekolah Demokrasi, Jumat (2/8).

Tema yang diusung di Sekolah Demokrasi adalah “Tantangan Ekonomi Politik Pemerintahan Baru: Menyambut Kabinet Prabowo-Gibran”.

Esther menjelaskan pertumbuhan ekonomi dari sisi produksi didorong oleh transformasi struktural. Hal itu terindikasi dengan peningkatan industri pengolahan. Sektor pertanian tetap tumbuh meningkat didorong peningkatan produktivitas,

Adapun sektor listrik dan kontruksi tumbuh mendukung pengembangan sektor industri dan pembangunan IKN. Juga berkembangnya transformasi digital.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi di sisi pengeluaran dilihat dari konsumsi Rumah Tangga (RT) dan  Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) tetap tumbuh.

BACA JUGA  DPR RI Sahkan RUU APBN 2025 Jadi Undang-Undang

“Peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan yang lebih baik tentu sangat diperlukan. Akselerasi pertumbuhan ekonomi, perlu diaktifkan,” saran Esther.

“Mesin-mesin pertumbuhan seperti investasi, ekspor dan pengeluaran pemerintah dengan prioritas pada pembangunan daripada proyek non-prioritas”  pungkasnya.(Htm/S-01).

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemain Bergabung di Jakarta, Timnas Siap Berkiprah di FIFA ASEAN Cup 2026

Sebanyak 14 pemain telah bergabung di Jakarta untuk mengikuti persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka adalah Luke Vickery, Mitchell Baker, Maarten Paes, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jordi…

Antusiasme Skuad Garuda Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Antusiasme menyambut FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dirasakan para pemain Timnas Indonesia. Bagi Luke Vickery, turnamen ini memiliki makna khusus karena menjadi pengalaman pertamanya memperkuat skuad Garuda di ajang internasional…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemain Bergabung di Jakarta, Timnas Siap Berkiprah di FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 21, 2026
Pemain Bergabung di Jakarta, Timnas  Siap Berkiprah di FIFA ASEAN Cup 2026

Gasak Vietnam 3-0, Timnas Voli Putri Selangkah Menuju Posisi Kelima

  • September 21, 2026
Gasak Vietnam 3-0, Timnas Voli Putri Selangkah Menuju Posisi Kelima

Antusiasme Skuad Garuda Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 21, 2026
Antusiasme Skuad Garuda Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

UIN Sunan Kalijaga Gelar Pameran Arsip

  • September 21, 2026
UIN Sunan Kalijaga Gelar Pameran Arsip

Dean James Antusias Menuju FIFA ASEAN Cup, Akhirnya Bela Timnas Indonesia Lagi

  • September 21, 2026
Dean James Antusias Menuju FIFA ASEAN Cup, Akhirnya Bela Timnas Indonesia Lagi

Navigasi Robotik Dorong Presisi Bedah Tulang Belakang

  • September 21, 2026
Navigasi Robotik Dorong Presisi Bedah Tulang Belakang