
STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengindentifikasi kondisi suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) di Samudera Hindia Selatan Jawa berkisar antara 24 – 29°C, dengan anomali SST antara -2,0 hingga +1,0°C.
Juga terpantau adanya gangguan MJO (Osilasi Madden-Julian) spasial di Wilayah Pulau Jawa sehingga mempengaruhi aktifitas Konvektif serta kelembapan udara pada lapisan 850 dan 700 hPa, atau sekitar ketinggian 1,5 –3 kilometer sebesar 50% – 95%.
“Kondisi ini masih mendukung pertumbuhan awan di wilayah DIY,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, Senin di Yogyakarta.Mempertimbangkan hal tersebut,” jelasnya.
Maka BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY periode tanggal 3 November (Selasa) – 5 November (Kamis) 2026 adalah sebagai berikut:
Hujan ringan dan gelombang tinggi
Pada 3 November 2026 Potensi hujan ringan – sedang di wilayah Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara.Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 meter (kategori Sedang).
Pada 4 November 2026 Potensi hujan ringan di wilayah Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara.Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 meter (kategori Sedang).
Pada 5 November 2026Potensi hujan ringan di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara.Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 meter (kategori Sedang).
Peralihan musim
Feriomex kemudian meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim, seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat juga diminta mengantisipasi dampak hujan berupa genangan dan pohon tumbang. Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang.
“Wisatawan diimbau menghindari aktivitas di bibir pantai dan mematuhi arahan petugas, terutama saat gelombang tinggi,” ujarnya. (Agt/M-01)






