
FAKULTAS Peternakan Universitas Gadjah Mada, menggelar Kontes Kuda Lokal 2026 di Gadjah Mada Equastrian Center, Minggu.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-57 Fakultas Peternakan ini mengusung tema “Kuda Lokal, Kebanggaan Nasional.”
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pelestarian sumber daya genetik kuda lokal.
Selain itu untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap potensi peternakan kuda Indonesia dan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi, seleksi, dan pembinaan bagi para peternak kuda lokal.
Kekayaan Indonesia
Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan kuda lokal merupakan salah satu kekayaan sumber daya genetik hewan Indonesia yang memiliki nilai penting dari aspek budaya, sosial, maupun ekonomi.
“Upaya pelestarian dan pengembangan kualitas kuda lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah dan keterlibatan masyarakat peternak,” kata Bambang.
Melalui kontes ini, Fapet UGM berupaya mendorong pengenalan karakteristik kuda lokal, mendukung kegiatan seleksi dan pemuliaan, meningkatkan pemahaman mengenai konformasi tubuh serta kesejahteraan hewan, sekaligus memberikan ruang apresiasi kepada para peternak.
Tiga kategori
Ketua Panitia Dies Natalis ke-57 Fapet, Dr. Muhammad Danang Yulianto, S.Pt., M.Si., menambahkan Kontes Kuda Lokal 2026 terbuka bagi masyarakat yang memelihara kuda lokal di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Terdapat tiga kategori yang dilombakan, yaitu induk, calon induk, dan belo. Kategori induk diperuntukkan bagi kuda betina yang telah beranak minimal satu kali.
Kategori calon induk merupakan kuda betina berumur di bawah tiga tahun dan belum pernah beranak, sedangkan kategori belo diperuntukkan bagi kuda anakan jantan maupun betina dengan usia maksimal satu tahun.
Dari rangkaian seleksi akhirnya terpilih para pemenang di setiap kategori.
Kategori Calon Induk
Juara 1: Kuda Alluna Vista milik Wisnu Setyoko (Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta).
Peringkat 2: Kuda Melati Phantring milik Sigit Purnawan (Karang Kajar, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul).
Peringkat 3: Kuda Princess Luna milik Tri Winami (Bandulan, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman).
Peringkat 4: Kuda Noqy milik Suhardi (Bantengan Lor, Brosot, Galur, Kulon Progo).a)
Juara 1: Kuda Gadis Impian milik Gestiningrum (Mancingan XI, Parangtritis, Kretek, Bantul).
Posisi 2: Kuda Putri Anjani milik Fikri Nasrullah (Karang Singosaren, Banguntapan, Bantul).
Posisi 3: Kuda Rezqy milik Supandri (Nepi, Brosot, Galur, Kulon Progo).
Kategori Induk
Juara 1: Kuda Al Amira milik Fatoni Kuswantoro (Desa Gunungan Demangan, Pleret, Bantul).
Posisi 2: Kuda Agnes NR milik Tri Winami (Bandulan, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman).
Posisi 3: Kuda Kharisma milik Nova Triwidadi (Karang Singosaren, Banguntapan, Bantul).Juara 4: Kuda Rengganis milik Sunarto (Tangkilan, Sidoarum, Godean, Sleman). (AGT/M-01)






