Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

  • Hukum
  • October 21, 2026
  • 0 Comments

POLRESTA Batang menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di Rest Area KM 360B Tol Semarang-Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Minggu (11/10) lalu.

Ketiga tersangka itu berinisial BPA (33), HH (26), dan MF alias T (26). Penyidik masih mendalami peran para tersangka serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Perkembangan penanganan kasus itu disampaikan Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono dalam kegiatan pengungkapan kasus di Polresta Batang, Senin (19/10).

Ia menegaskan, proses penyidikan dilakukan secara profesional dan objektif berdasarkan alat bukti yang diperoleh.

Periksa saksi dan CCTV

Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, menelaah rekaman kamera pengawas (CCTV), serta mengumpulkan bukti lain untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

“Sejak awal Polresta Batang menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, bukan berdasarkan latar belakang kelompok ataupun identitas suporter,” ungkapnya.

BACA JUGA  Penyidikan Tuntas, Polda Jateng Limpahkan 38 Tersangka Pig Butchering ke JPU

Warsono memaparkan, penyidikan belum berhenti pada penetapan tiga tersangka. Polisi masih mendalami keterangan saksi, rekaman CCTV, dan bukti lainnya untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat beserta peran mereka.

“Penyidikan tidak berhenti pada tiga tersangka ini. Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi, rekaman CCTV, dan bukti lainnya untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat serta menentukan peran masing-masing,” ujarnya.

Persib Apresiasi Penanganan Polisi

Direktur Youth Development Program Persib, Zaenal Arif, mengapresiasi langkah Polresta Batang dalam menangani kasus yang menimpa rombongan pemain muda Maung Bandung tersebut.

Zaenal menyampaikan apresiasi saat menghadiri kegiatan pengungkapan kasus di Polresta Batang. Ia berharap proses hukum berjalan profesional, objektif, dan tuntas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolresta Batang beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras menangani kasus ini. Kami mengapresiasi proses yang telah berjalan dan berharap penanganannya dapat terus dikawal hingga tuntas. Selanjutnya, mari kita percayakan proses hukum kepada pihak berwenang,” tuturnya.

BACA JUGA  Jadi Tersangka Korupsi, Anggota DPRD Sleman Ditahan

Menurut Zaenal, pengungkapan kasus tersebut menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan harus menjadi perhatian bersama dalam ekosistem sepak bola Indonesia.

Persib juga berharap insiden tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh elemen sepak bola, mulai dari klub, pemain, suporter, hingga masyarakat, agar dukungan terhadap tim kebanggaan tetap mengedepankan ketertiban dan sportivitas.

Fanatisme Jangan Berujung Kekerasan

Dalam kesempatan itu, Warsono mengingatkan agar fanatisme suporter tetap disalurkan secara positif. Kecintaan terhadap klub, menurutnya, tidak boleh menjadi pembenaran bagi tindakan kekerasan, perusakan, penganiayaan, maupun pelanggaran hukum lainnya.

“Kami memahami bahwa sepak bola memiliki basis pendukung yang besar dan fanatisme yang kuat. Fanatisme ini adalah bagian dari kecintaan terhadap klub, tetapi tidak boleh berubah menjadi kekerasan, perusakan, penganiayaan, maupun perbuatan pidana lainnya.”

BACA JUGA  Mantan Menag Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

“Rivalitas cukup selama pertandingan, jangan dibawa ke area lain, apalagi sampai menimbulkan korban,” tandasnya.

Bagi Persib, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan semata-mata persaingan di lapangan, melainkan juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan, rasa aman, dan penghormatan terhadap sesama.

Penegakan hukum

Klub berharap proses penegakan hukum atas kasus tersebut berjalan hingga tuntas.

Persib juga mengajak seluruh elemen sepak bola menjadikan perbedaan dukungan sebagai bagian dari kompetisi yang sehat, bukan alasan untuk melakukan tindakan yang membahayakan orang lain.

Dengan demikian, sepak bola Indonesia diharapkan berkembang sebagai ruang yang aman dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, baik bagi pemain maupun suporter. (zahra/M-01)

Related Posts

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

KEPOLISIAN Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait situasi kamtibmas pascaaksi demo masyarakat di kawasan Gedung DPRD DIY pada Selasa malam. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan,  menjelaskan situasi…

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan perjudian jenis togel yang beroperasi di Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang. Pengungkapan ini menyasar sejumlah peran dalam praktik perjudian, mulai dari pengepul kupon,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

  • October 21, 2026
Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

  • October 21, 2026
Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

  • October 21, 2026
Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

  • October 20, 2026
Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

  • October 20, 2026
Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

  • October 20, 2026
Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah