
UNTUK memperkuat distribusi komoditas hasil bumi, pangan, dan ternak melalui moda kereta ap, PT KAI Logistik (Kalog) menggandeng PT Bogantara Indo Transport. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pada Selasa (15/9) lalu.
Perjanjian ditandatangani Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik (Kalog) Aniek Dwi Deviyanti bersama Direktur Utama PT Bogantara Indo Transport M. Farid Nor Rohman.
Melalui kerja sama itu, kedua perusahaan akan mengembangkan layanan pengiriman sayur, buah, komoditas pangan, hingga sapi hidup menggunakan KA dengan relasi Banyuwangi-Jakarta pulang-pergi.
Layanan tersebut direncanakan mulai beroperasi pada November nanti dan berlangsung hingga Desember 2030. Selama periode kerja sama, volume angkutan ditargetkan mencapai 84.200 gerbong datar.
Kesinambungan pasokan pangan
Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan menyatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi logistik yang mampu memperkuat kesinambungan pasokan pangan nasional.
“Komoditas pangan merupakan bagian strategis dari kehidupan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan sistem distribusi yang aman, andal, terjadwal, dan mampu menjangkau sentra produksi hingga pusat konsumsi secara efektif,” terangnya.
Yuskal menyebut, kolaborasi ini tidak sekadar memperluas bisnis angkutan barang, tetapi juga mendorong pemanfaatan transportasi kereta api dalam mendukung ketahanan rantai pasok pangan.
Aniek menambahkan, pengembangan layanan tersebut merupakan inovasi baru bagi perseroan karena mencakup pengangkutan komoditas dengan karakteristik khusus, termasuk hewan ternak hidup.
“Bagi kami, layanan ini merupakan layanan baru dan menjadi yang pertama dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan komoditas tersebut menggunakan kereta api,” terangnya.
Kontainer khusus
Dalam pelaksanaannya kata Aniek pengiriman akan menggunakan kontainer khusus yang disesuaikan dengan karakteristik setiap komoditas.
Kontainer tersebut wajib memenuhi standar teknis, keselamatan, kelayakan operasional, pengujian, sertifikasi, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Khusus pengangkutan ternak hidup, aspek keselamatan dan kesejahteraan hewan menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan distribusi.
Bisa jangkau daerah luar Jawa
Sementara itu Direktur Utama PT Bogantara Indo Transport M. Farid Nor Rohman menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang baru dalam memperkuat konektivitas antara wilayah produksi dan pasar konsumsi.
“Kami berharap pengangkutan hewan ternak dan hasil bumi ini dapat berkembang lebih luas, termasuk menjangkau Sumatra, Kalimantan, dan wilayah lainnya sehingga distribusi komoditas dapat dilakukan secara menyeluruh,” tuturnya.
Penandatanganan perjanjian tersebut, lanjut Farid menjadi awal tahapan implementasi layanan yang akan dipersiapkan kedua pihak sesuai ruang lingkup, standar operasional, dan ketentuan yang telah disepakati.
Pengembangan layanan ini diharapkan tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga memperkuat daya saing distribusi komoditas daerah serta mendukung terwujudnya sistem logistik pangan nasional yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. (zahra/A-01)








