
KETUA Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan pernyataan dia mengenai kemungkinan Pemilu 2029 dipercepat merupakan analisa pribadi, bukan kehendak politik ataupun mengubah jadwal pemilu.
Hal itu diungkapkan Mantan Menteri Koperasi tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
“Itu kan cuma analisa. Sebagai akademisi saya juga sering berdiskusi. Jadi namanya analisa itu biasa saja. kan Tidak perlu ditarik-tarik, biar saja waktu membuktikan itu. Saya tidak meralat pernyataan saya, saya cuma bilang bahwa kita bisa perbaiki,” kata Budi Arie.
Ia menjelaskan analisis politik berbeda dengan kehendak atau kemauan politik. Menurut dia, pernyataannya muncul dari pengamatan terhadap dinamika masyarakat, termasuk berbagai aspirasi yang berkembang di ruang publik.
“Kalau kehendak politik, kemauan politik, sama analisis politik, dua hal yang beda,” ujarnya.
Pendukung pemerintah
Arie mengatakan pembicaraan mengenai kemungkinan perubahan jadwal pemilu harus ditempatkan dalam koridor demokrasi dan konstitusi. Ia mengaju tidak bermaksud mendorong pihak tertentu untuk mempercepat pemilu.
Ia juga mengaku tidak mau mengadu domba antara Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya ini pendukung pemerintah. Jadi saya tidak mungkin berusaha meng-encourage atau mengajak. Saya cuma bilang ini dinamika yang harus ditata dengan baik,” katanya.
Menurut dia, Indonesia memiliki pengalaman perubahan politik pada masa lalu yang perlu menjadi bahan pembelajaran dalam membaca dinamika politik saat ini.
“Kalau soal pemilu dipercepat atau pemilu sesuai jadwalnya, lebih bagus. Dan kita memang sepakat dengan dasar reformasi kita bahwa pemilu lima tahun sekali,” kata Budi Arie.
Pelajaran dari sejarah

Ia mengingatkan pengalaman perubahan politik pada 1997 hingga 1999. “Dari pengalaman itu kita harus waspada, harus mengantisipasi,” ujarnya.
Budi Arie menekankan pentingnya menjaga kualitas demokrasi sekaligus memastikan seluruh dinamika politik diselesaikan berdasarkan aturan konstitusional.
“Prinsipnya adalah demokrasi dan konstitusi. Kita ikut aturan. Taat aturan,” tegasnya.
Beri masukan
Pada kesempatan sama, Ketua Umum Baramuda 08 Rhesa Yoga mengatakan pihaknya sempat berkomunikasi dengan Budi Arie setelah video pernyataan tersebut ramai diperbincangkan.
“Pada saat itu saya tidak ada di tempat. Jadi karena potongan video itu, kami ingatkan juga Pak Budi pada saat itu untuk berhati-hati,” ujar Rhesa.
Ia mengatakan Baramuda 08 kemudian mendampingi Budi Arie dalam memberikan penjelasan agar konteks pernyataan tersebut dapat dipahami secara utuh.
Sebelumnya, beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan Budi Arie berbicara di samping Joko Widodo mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat. Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi. (Mln/A-01)








