Bandung Great Sale 2026 Dikunjungi Lebih dari 8.000 Orang

GELARAN Bandung Great Sale (BGS) 2026 mencatat antusiasme tinggi masyarakat selama tiga hari pelaksanaan, 21-23 Agustus 2026. Berdasarkan data sementara dari jumlah pengunjung yang masuk melalui sistem barcode, hampir 8.000 orang ercatat menghadiri BGS 2026 yang digelar di Laswi Haritage.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan angka tersebut masih akan terus dihitung karena satu barcode dapat digunakan oleh lebih dari satu orang.

Pemerintah Kota Bandung saat ini masih menghitung untuk mengetahui jumlah pengunjung secara lebih akurat sekaligus jumlah transaksi yang terjadi.

“Alhamdulillah Bandung Great Sale ini dari hitungan QRIS dan juga hitungan barcode, yang masuk selama kurang lebih tiga hari ini mencapai angka hampir 8.000,” ungkapnya Senin (24/8).

Jumlah transaksi

Menurut Farhan, jumlah pengunjung sebenarnya berpotensi lebih besar. Sebab, satu orang yang memindai barcode dapat datang bersama dua hingga tiga orang lainnya.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Gunakan Penegakan Hukum Tangani Sampah

“Waktu mereka masuk barcode itu bisa bawa dua-tiga orang. Multiplikasinya lagi kita hitung dulu sekarang. Saya harapkan minimal bisa masuk 15.000 orang,” terangnya.

Selain jumlah pengunjung, kata Farhan , Pemkot Bandung juga tengah menghitung jumlah transaksi serta dampak ekonomi yang dihasilkan dari pelaksanaan BGS 2026. Pihaknya masih menunggu laporan transaksi dari Bank bjb sebagai salah satu dasar penghitungan.

Adapun target utama BGS 2026 bukan sekadar mendatangkan pengunjung, tetapi menciptakan perputaran ekonomi melalui transaksi di berbagai pusat perbelanjaan yang terlibat.

“Perputaran ekonominya kita harapkan bisa berputar sampai ke angka dalam BGS tiga hari saja, kan di semua mal, sekitar Rp1 sampai Rp1,5 miliar,” paparnya.

Konsep baru

Farhan menilai capaian tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap konsep baru BGS 2026. Selain menghadirkan pelaku usaha dengan berbagai merek dan produk, kegiatan ini juga melibatkan komunitas serta menghadirkan beragam pilihan kuliner.

BACA JUGA  Wali Kota Bandung Lepas 1.679 Jemaah Haji

Dalam tiga hari ini sangat baik. Ini konsep BGS yang baru.

“Buat saya ini bagus sekali karena tidak hanya menghadirkan para pengusaha dengan brand produknya masing-masing, tetapi juga menghadirkan para komunitas yang juga berjualan dan menghadirkan juga kuliner yang sangat komplit,” tandasnya.

Farhan menyebut konsep tersebut membuat BGS menjadi salah satu kegiatan yang merepresentasikan karakter Kota Bandung.

Bulan Belanja Bandung

Pelaksanaan BGS merupakan bagian dari rangkaian Bulan Belanja Bandung yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Dengan demikian, kegiatan promosi dan aktivitas belanja sebenarnya telah berlangsung selama hampir dua bulan, sejak Juli hingga Agustus.

“Saya juga menantikan pelaksanaan Bandung Fair sebagai salah satu agenda lanjutan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Bandung. Kita lihat lagi September, Oktober kita bisa punya program apa lagi. Bandung Fair saya sangat mengharapkan bisa berjalan,” ucapnya

BACA JUGA  Wali Kota Bandung Dukung Pemberlakuan Jam Malam untuk Siswa

Selain Bandung Fair, lanjut Farhan, Pemkot Bandung juga tengah mengajukan sejumlah proposal kepada pihak swasta untuk mendukung penyelenggaraan festival musik di Kota Bandung. telah mengajukan tiga rencana festival musik.

Namun, hingga saat ini baru satu proposal yang mendapatkan persetujuan sponsor. Sedangkan rencana festival lainnya masih menunggu dukungan sponsor. Pemkot Bandung berharap dukungan pihak swasta dapat memperkaya kalender kegiatan Kota Bandung sekaligus menjaga geliat ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai festival. (zahra/M-01)

Related Posts

RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

BUPATI Garut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan. Untuk itu Pemkab Garut mulai menyiapkan pengembangan pelayanan kesehatan melalui kunjungan kerja pimpinan Perkumpulan Teknik…

Tasikmalaya Great Sale Diharap Dorong Perekonomian Daerah

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur, Pemerintah Kota Tasikmalaya, mendorong penguatan ekonomi daerah melalui Great Sale 2026. Penguatan tersebut, mengintegrasikan promosi usaha hingga perluasan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Perlu Kerjasama Antarnegara untuk Hadapi Ancaman Karhutla

  • October 9, 2026
Perlu Kerjasama Antarnegara untuk  Hadapi Ancaman Karhutla

RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

  • October 9, 2026
RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

Tasikmalaya Great Sale Diharap Dorong Perekonomian Daerah

  • October 9, 2026
Tasikmalaya Great Sale Diharap Dorong Perekonomian Daerah

PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

  • October 9, 2026
PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

  • October 9, 2026
Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat

  • October 9, 2026
Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat