Warga Tolak Rencana Pemasangan Pagar Besi di Exit Tol Banyurejo

PULUHAN warga menggelar aksi di pintu keluar (exit tol) Banyurejo di Kapanewon Tempel, Sleman, Minggu. Warga yang tergabung dalam Forum Warga Terdampak Exit Tol Banyurejo tersebut memprotes rencana pemasangan pagar besi di sisi kiri dan kanan ruas jalan keluar jalan tol Yogyakarta – Bawen ini.

Dengan membawa poster dan spanduk, warga mempertanyakan kebijakan pemasangan pagar tersebut karena sebelumnya terdapat harapan agar masyarakat terdampak pembangunan tol tetap dapat memanfaatkan lahan yang menghadap jalan provinsi untuk kegiatan usaha.

Koordinator Forum Warga Terdampak Exit Tol Banyurejo, Agus Wintolo, mengungkapkan adanya pagar besi di ruas jalan provinsi Tempel-Exit Tol Banyurejo dinilai tidak menguntungkan bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi dan akan mempersulit para petani dan warga sekitar Exit Tol Banyurejo.

BACA JUGA  Terus Didemo, Pemkot Pematangsiantar Batalkan Penaikan NJOP 1000 persen

Tak sesuai harapan

Para warga yang tergabung dalam Forum Warga Terdampak menggelar aksi di pintu keluar (exit tol) Banyurejo di Kapanewon Tempel, Sleman. (Dok/Ist)

Dikatakan kebijakan pemasangan pagar tersebut sama sekali tidak sesuai dengan harapan yang sebelumnya disampaikan pemangku kebijakan di DIY yang terkait keberlangsungan usaha masyarakat terdampak pembangunan jalan tol.

“Ngarso Dalem HB X menyatakan sikap bahwa jalan di DIY jangan mematikan UMKM, jalan tol wajib menyediakan lokasi untuk UMKM dan gratis,” terang Agus dalam orasi demonya.

Pemasangan pagar, katanya, akan mematikan akses dan ruang berusaha bagi warga setempat. Karena, tidak mungkin pengguna jalan tol yang keluar melalui exit tol ini akan berhenti dan mendekat ke tempat UMKM. Warga berharap pembangunan infrastruktur tetap memberikan ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM.

BACA JUGA  Polisi Bubarkan Massa Pendemo di Depan Gedung DPR

Ia menyebut hal tersebut sebelumnya juga telah ditegaskan oleh Kepala Dinas Tata Ruang. “Hal itu juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Tata Ruang bahwa nanti masyarakat yang tanah digunakan untuk tol yang menghadap jalan provinsi dapat menjadi tempat usaha dan menjadi lahan kuning,” ujarnya.

Tidak ada tanggapan

Lebih lanjut Agus Wintolo menjelaskan, dengan pemasanan pagar, warga juga akan mengalami kesulitan untuk keluar masuk lahan pertanian dan permukiman mereka.

Meski disediakan jalan, namun jalan yang dibangun tersebut sangat sempit sehingga tidak memungkinkan mobil berpapasan. Menurut Agus, sebelumnya sebagian warga sudah berusaha melakukan pendekatan, namun ternyata tidak mendapat tanggapan.

Karena itu, warga kemudian turun ke jalan untuk menggelar aksi protes pemasangan pagar besi yang akan menyulitkan aktivitas warga. Hingga saat ini, operator pembangunan Jalan Tol Yogya – Bawen belum memberikan tanggapan terhadap keberatan warga tersebut. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Penonaktifan TikTok Live Batasi Kebebasan Berpendapat

Dimitry Ramadan

Related Posts

Deklarasi Tolak Judol, Bupati  Bandung Tekankan Integritas dan Akhlak ASN

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung mendeklarasikan komitmen bersama menolak judi online (judol) dan judi konvensional di lingkungan aparatur negara. Deklarasi itu dibacakan langsung oleh Bupati Dadang Supriatna dalam Focus Group Discussion…

Polisi Ringkus Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

SATUAN Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus dugaan tindakan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan seorang pemuda…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim Reactics UGM Raih Juara 1 Kompetisi Internasional ChemCar di Jerman

  • October 1, 2026
Tim Reactics UGM Raih Juara 1 Kompetisi Internasional ChemCar di Jerman

Biarawati Katolik Raih Gelar Magister Kebidanan di Universitas ‘Aisyiyah

  • October 1, 2026
Biarawati Katolik Raih Gelar Magister Kebidanan di Universitas ‘Aisyiyah

PBNU Umumkan Pengurus Baru Masa Khidmat 2026-2031

  • October 1, 2026
PBNU Umumkan Pengurus Baru Masa Khidmat 2026-2031

Kemenimipas Bongkar Bangunan ‘Apartemen’ di Lapas Cibinong

  • September 30, 2026
Kemenimipas Bongkar Bangunan ‘Apartemen’ di Lapas Cibinong

50 Drifter Siap Ikuti Kejuaraan Nasional Drifting Seri 4

  • September 30, 2026
50 Drifter Siap Ikuti Kejuaraan Nasional Drifting Seri 4

Desak Made Tambah Koleksi Emas Indonesia dari Panjat Tebing

  • September 30, 2026
Desak Made Tambah Koleksi Emas Indonesia dari Panjat Tebing