Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terjadi  terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bahkan harus menutup total seluruh akses wisata di wilayah tersebut agar upaya pemadaman kebakaran efektif.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni pun meminta aparat melakukan penyelidikan. “(Penyelidikan) kami serahkan kepada penegak hukum,” kata Menhut, ketika ditanya kemungkinan unsur kesengajaan pemicu kebakaran, dalam keterangannya, Minggu.

“Siapa pun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan mendapatkan hukuman setimpal,” kata dia.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga penyebab kebakaran di kawasan Gunung Bromo diduga karena aktivitas manusia. Dugaan tersebut didasari oleh munculnya titik awal kebakaran di area Blok Bantengan.

BACA JUGA  Tujuh Daerah di Riau Mulai Dilanda Karhutla

Balai Besar TNBTS menyebut terdapat jalur tradisional atau jalan tembusan yang menghubungkan antara Desa Arjosari dengan Ranu Pani di lokasi tersebut

Mereka pun mengimbau masyarakat agar menghindari penggunaan api saat beraktivitas di wilayah hutan karena bisa memicu kebakaran.

150 petugas

Selain di Bromo, Karhutla juga terjadi di Gunung Gede, Jawa Barat. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mencatat sekitar 150 petugas gabungan dan relawan masih berupaya memadamkan api yang membakar lahan di kawasan tersebut.

Juru Bicara Balai Besar TNGGP Ade Bagja mengatakan petugas gabungan yang terdiri atas TNI/Polri, Damkar Cianjur, BPBD Cianjur, dan puluhan relawan dari berbagai organisasi dan perorangan terus berupaya memadamkan api yang membakar sekitar enam hektare lahan.

BACA JUGA  10 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2025

“Kendala pemadaman karena lokasi yang sulit dijangkau ditambah banyaknya pepohonan kering yang mudah terbakar, sehingga menyulitkan petugas dan relawan, untuk data pasti kami masih menunggu,” katanya.

Terkait dengan penyebab kebakaran berdasarkan hasil penelusuran awal, diduga karena faktor alam. Rumput dan pohon yang mengering terbakar akibat suhu panas cukup tinggi di kawah Wadon, sehingga menyulut kebakaran. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

BPPTKG DIY Catat Puncak Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat selama sepekan dari Jumat (30/10) sampai Kamis (5/11) di kawasan puncak Gunung Merapi terjadi 840 kali gempa. Kepala BPPTKG Yogyakarta…

Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

PERSIJA Jakarta berhasil merebut kembali posisi puncak klasemen sementara Super League. Kesuksesan itu didapat tim Macan Kemayoran setelah menumbangkan Persebaya Surabaya 1-0 di Stadion Jakarta Internasional Stadium, Sabtu (7/11) malam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BPPTKG DIY Catat Puncak Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

  • November 8, 2026
BPPTKG DIY Catat Puncak  Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

  • November 8, 2026
Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

  • November 8, 2026
OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

  • November 7, 2026
Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

  • November 7, 2026
Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School