LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit

  • Ekonomi
  • August 3, 2026
  • 0 Comments

PRODUKTIVITAS hingga saat ini masih menjadi isu strategis dalam memperkuat peran pekebun sawit swadaya dalam peta bisnis kelapa sawit nasional.

Data menunjukkan pekebun swadaya menguasai sekitar 40% dari total lahan sawit di 26 provinsi penghasil. Namun dalam produksi Crude Palm Oil (CPO), kontribusinya baru mencapai 30–35 persen.

Angka tersebut masih dinilai belum optimal apabila dibandingkan dengan potensi produktivitas yang dimiliki.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) bersama Kementerian Pertanian menunjuk LPP Agro Nusantara untuk melaksanakan ‘Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit’ di Sumatera Utara.

SDM sawit profesional

Pelatihan berlangsung selama 6 hari, 28 Juli – 2 Agustus. Pranoto Hadi Raharjo, Direktur LPP Agro Nusantara menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mencetak SDM sawit yang profesional.

“BPDP dan Kementan menaruh kepercayaan besar kepada kami. Tugas kami adalah memastikan ilmu yang disampaikan tepat guna dan bisa langsung diterapkan.”

“Kami ingin lulusan pelatihan ini tidak hanya cerdas secara teknis, tapi juga mampu menjadi agen perubahan di desanya masing-masing. Dengan begitu produktivitas kebun rakyat bisa meningkat dan bersaing,” ujar Pranoto.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 87 peserta yang merupakan pekebun sawit swadaya, pengurus kelompok tani, dan perangkat pendamping dari Kabupaten Labuhan Batu Selatan dan Asahan.

Materi komprehensif

Selama pelatihan, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan berimbang, pengendalian hama penyakit, hingga panen dan pasca panen.

Untuk memperkuat pemahaman praktik, peserta juga melakukan field trip ke PT Perkebunan Nusantara IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina.

LPP Perkebunan adalah institusi pendidikannya yaitu Politeknik LPP Yogyakarta, yang berpusat di Yogyakarta dan berdiri sejak 1950 sebagai pusat pelatihan, konsultan manajemen, serta perguruan tinggi vokasi terkemuka di bidang perkebunan dan agroindustri di Indonesia.

Terbantu

Salah satu peserta, Abdolla Haris Hasibuan dari Asahan, mengaku sangat terbantu. “Dulu kami bertani dengan cara turun-temurun. Sekarang kami belajar cara pilih bibit unggul, dosis pupuk yang tepat, sampai cara pengendalian hama. Ilmunya lengkap dari pembibitan sampai panen. Kami siap terapkan di kebun dan berbagi ke teman-teman kelompok tani,” katanya.

Di akhir pelatihan, seluruh peserta menerima sertifikat sebagai bukti kompetensi. BPDP berharap melalui program pengembangan SDM ini, kontribusi pekebun sawit swadaya terhadap produksi CPO nasional dapat terus meningkat, sekaligus mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sertifikasi ISPO. (AGT/M-01)

Related Posts

Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

PRO dan kontra masih menyelimuti pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan digantikan wakilnya Suahasil Nazara. Salah satu orang yang mendukung pergantian itu yakni Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis…

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) sebagai landasan pembentukan dan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Dalam siaran pers OJK disebutkan, Kebijakan ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

  • September 20, 2026
KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

  • September 19, 2026
Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berlangsung Meriah

  • September 19, 2026
Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026  Berlangsung Meriah

Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

  • September 19, 2026
Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

  • September 19, 2026
Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS