
PRODUKTIVITAS hingga saat ini masih menjadi isu strategis dalam memperkuat peran pekebun sawit swadaya dalam peta bisnis kelapa sawit nasional.
Data menunjukkan pekebun swadaya menguasai sekitar 40% dari total lahan sawit di 26 provinsi penghasil. Namun dalam produksi Crude Palm Oil (CPO), kontribusinya baru mencapai 30–35 persen.
Angka tersebut masih dinilai belum optimal apabila dibandingkan dengan potensi produktivitas yang dimiliki.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) bersama Kementerian Pertanian menunjuk LPP Agro Nusantara untuk melaksanakan ‘Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit’ di Sumatera Utara.
SDM sawit profesional
Pelatihan berlangsung selama 6 hari, 28 Juli – 2 Agustus. Pranoto Hadi Raharjo, Direktur LPP Agro Nusantara menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mencetak SDM sawit yang profesional.
“BPDP dan Kementan menaruh kepercayaan besar kepada kami. Tugas kami adalah memastikan ilmu yang disampaikan tepat guna dan bisa langsung diterapkan.”
“Kami ingin lulusan pelatihan ini tidak hanya cerdas secara teknis, tapi juga mampu menjadi agen perubahan di desanya masing-masing. Dengan begitu produktivitas kebun rakyat bisa meningkat dan bersaing,” ujar Pranoto.
Pelatihan ini diikuti sebanyak 87 peserta yang merupakan pekebun sawit swadaya, pengurus kelompok tani, dan perangkat pendamping dari Kabupaten Labuhan Batu Selatan dan Asahan.
Materi komprehensif
Selama pelatihan, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan berimbang, pengendalian hama penyakit, hingga panen dan pasca panen.
Untuk memperkuat pemahaman praktik, peserta juga melakukan field trip ke PT Perkebunan Nusantara IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina.
LPP Perkebunan adalah institusi pendidikannya yaitu Politeknik LPP Yogyakarta, yang berpusat di Yogyakarta dan berdiri sejak 1950 sebagai pusat pelatihan, konsultan manajemen, serta perguruan tinggi vokasi terkemuka di bidang perkebunan dan agroindustri di Indonesia.
Terbantu
Salah satu peserta, Abdolla Haris Hasibuan dari Asahan, mengaku sangat terbantu. “Dulu kami bertani dengan cara turun-temurun. Sekarang kami belajar cara pilih bibit unggul, dosis pupuk yang tepat, sampai cara pengendalian hama. Ilmunya lengkap dari pembibitan sampai panen. Kami siap terapkan di kebun dan berbagi ke teman-teman kelompok tani,” katanya.
Di akhir pelatihan, seluruh peserta menerima sertifikat sebagai bukti kompetensi. BPDP berharap melalui program pengembangan SDM ini, kontribusi pekebun sawit swadaya terhadap produksi CPO nasional dapat terus meningkat, sekaligus mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sertifikasi ISPO. (AGT/M-01)







