2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

MUSIM kemarau sudah mulai berdampak di beberapa wilayah di Priangan Timur, Jawa Barat. Salah satunya berkurangnya pasokan air bersih.

Kekeringan tersebut, menyebabkan 2.500 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat  yang berpotensi gagal tanam dan puso.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS mengatakan, luas lahan pada musim kemarau berdampak cukup signifikan. Dari 4.948 hektare,  2.500 hektare telah mengalami kekeringan tersebar di 31 Kecamatan. Kekeringan tersebut dengan kategori ringan dan sedang hingga paling terluas di beberapa kecamatan.

“Untuk lahan pertanian terdampak terluas dengan kondisi sungai kering berada di Kecamatan Manonjaya seluas 232 hektare, Jamanis seluas 225 hektare, Cipatujah seluas 200 hektare kondisi tanah kering tidak bisa tanam, Cikalong 655 hektare, Salawu 45 hektare, Sukaraja 19 hektare. Kekeringan tersebut, menyebankan lahan gagal tanam, puso karena air menyusut,” ujar, Roni AKS, Jumat (31/7/2026).

BACA JUGA  Pemkot Bandung Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Saat Kemarau

Produksi gabah turun

Menurut Roni, kekeringan yang terjadi membuat petani berada di setiap daerah mengalami kebingungan dan mereka sudah melakukan pengolahan lahan hingga tanam.

Karena, lahan irigasi seluas 5.450 hektare sebagian kondisinya mengalami kekeringan menyebabkan produksi gabah di setiap lahan menurun sldrastis.

“Kekeringan yang terjadi  berdampak pada lahan pertanian. Untuk itu, Dinas Pertanian  memberikan altenatif supaya pemilik lahan menanam palawija sebagai pengganti dari padi,” katanya.

Gagal tanam

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Ida Hindarsah mengatakan, luas lahan di wilayahnya selama musim kemarau telah menyebabkan lahan pertanian terancam kekeringan dan gagal tanam

“Berdasarkan laporan yang diperoleh lahan kekeringan terjadi di 31 Kecamatan dengan kondisi tanam padi berusia 7 hingga 115 hari di luas lahan 14.432 hektare dan luas kondisi kekeringan ringan 509,54 hektare dengan terancam 1.360,74 hektare.(Yy/M-01)

BACA JUGA  Kekeringan di California Semakin Parah Sejak 2021

Pratama Alief

Related Posts

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

AKIBAT masih maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan. Wali Kota Bandung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

  • September 14, 2026
Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru