
PERSIJA Jakarta kembali gagal menuai kemenangan pada pertandingan keduanya di Grup B Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Rabu. Saat menghadapi juara bertahan Port FC, Macan Kemayoran hanya mampu bermain imbang 2-2.
Persija bahkan sempat tertinggal 0-2 dalam laga tersebut sebelum akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Port FC sempat memimpin lebih dulu lewat gol Peeradol Chamrasamee pada menit ke-18 dan Issam Abdallah pada menit ke-40.
Sementara itu, gol balasan Persija dicetak Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-41 dan Stjepan Loncar pada menit ke-52.
Dengan hasil pertandingan tersebut, Port FC masih kokoh di puncak klasemen sementara Grup B dengan empat poin, sedangkan Persija di posisi ketiga dengan satu poin.
Pada laga terakhir babak penyisihan Grup B, Port FC akan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (1/8) pukul 19.30 WIB. Sedangkan Persija akan melawan PSMS Medan di tempat dan hari yang sama pukul 15.30 WIB.
Kekurangan pemain

Selepas laga, pelatih Persija, Shin Tae-yong (STY) mengaku cukup puas dengan hasil tersebut. Menurutnya perubahan posisi pemain menjadi kunci keberhasilan timnya bermain imbang 2-2.
STY juga memuji para pemainnya yang tidak menyerah meski sempat tertinggal 0-2. Sementara para pemain asing mereka juga menunjukkan perkembangan positif meski belum lama bergabung.
“Setelah babak pertama kami memperbaiki positioning pemain dan itu menjadi salah satu faktor yang membawa kami bisa menyamakan kedudukan. Absennya enam pemain kami untuk memperkuat timnas Indonesia di Piala AFF juga memengaruhi kekuatan tim. Tapi memang kendala utama tetap minimnya persiapan,” tegas STY.
Pemain Persija Arlyansyah mengaku bersyukur timnya mampu membawa pulang satu poin setelah melalui pertandingan yang tidak mudah. “Kami mendapatkan satu poin dan semua pemain sudah bekerja keras walaupun belum banyak latihan taktik,” kata Arlyansyah.
Ia menilai seluruh pemain mampu memaksimalkan kemampuan yang dimiliki meski Persija belum banyak menjalani latihan taktikal bersama menjelang bergulirnya Piala Presiden 2026.
“Menurut saya kami semua sudah bekerja keras. Walaupun belum banyak latihan taktik, kami bisa memaksimalkan apa yang kami miliki,” tuturnya.
Pemain cedera
Di sisi lain, pelatih Port FC Sarawut Treephan tidak bisa menutupi kekecewaannya dengan hasil imbang itu lantaran mereka sempat memimpin 2-0. “Kami tidak senang dengan hasil ini karena sempat unggul 2-0, tetapi akhirnya menjadi 2-2,” kata Sarawut selepas laga.
Ia menjelaskan dua pemainnya mengalami cedera sehingga memaksanya mengubah strategi yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan. Menurut dia, kondisi tersebut membuat taktik yang dirancang tidak dapat dijalankan sepenuhnya.
“Taktik yang kami siapkan tidak bisa dijalankan karena pemain kami tidak lengkap. Namun, di pertandingan ini kami sebenarnya bermain dengan baik dari segi kerja sama tim,” ucapnya. (*/N-0)






