Puluhan Orang Luka-luka akibat Gempa Jepang

GEMPA berkekuatan M 7,1 mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang. Menurut otoritas di Prefektur Kumamoto, Jepang, satu orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka akibat bencana tersebut.

Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengumumkan bahwa gempa kuat dengan magnitudo 7,1 melanda wilayah Kumamoto dan memicu peringatan ancaman tsunami.

Guncangan gempa juga disebut memicu sejumlah insiden kebakaran, serta mengakibatkan kerusakan pada bangunan rumah dan infrastruktur jalan.

Meski demikian, tidak tercatat adanya gangguan atau kerusakan pada operasional pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang berlokasi di sekitar prefektur tersebut.

Sebagai respons cepat pascagempa, Pemerintah Jepang telah mendirikan pusat koordinasi dan operasional pelayanan darurat (crisis center) di Kantor Perdana Menteri.

BACA JUGA  Perusahaan Jepang Menganut Kultur Long Life Employment

Kedalaman dangkal

Gempa Jepang telah meruntuhkan sejumlah bangunan. (Dok.IG)

JMA melaporkan sekitar satu jam setelah guncangan pertama, gempa susulan bermagnitudo 6,1 kembali menghantam Prefektur Kumamoto.

Guncangan susulan tersebut terjadi pada pukul 17.08 waktu setempat atau 15.08 WIB dengan titik pusat gempa berada pada kedalaman yang dangkal.

“Gempa ini terjadi di daratan, dan belum ada aktivitas tsunami yang teramati sejauh ini. Karena alasan ini, kami berharap dapat mencabut peringatan tsunami pada tahap yang relatif awal, tergantung pada kondisi permukaan laut,” kata juru bicara Badan Meteorologi Jepang.

Terjebak di reruntuhan

Gempa Jepang telah meruntuhkan sejumlah bangunan. (Dok.IG)

Menurut surat kabar setempat, puluhan orang masih terjebak di bawah reruntuhan sebuah pusat perbelanjaan yang beberapa bagian bangunannya ambruk. Dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan asap putih kemudian membumbung dari gedung Mall Aeon. Sebagian dari tembok luar pusat perbelanjaan tersebut juga runtuh hingga menyisakan kerangka.

BACA JUGA  Polresta Bandung Pastikan Rumah Warga Korban Gempa Aman

“Saat ini kami tengah mengkonfirmasi situasi yang terjadi. Kami juga masih mengkonfirmasi tingkat kerusakan,” kata Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihaka.

Geseran sesar

Para ahli menyebut, gempa itu terjadi akibat geseran sesar yang belum retak. Mereka juga memperingatkan bahwa aktivitas gempa susulan yang kuat masih berpotensi berlanjut.

Shinji Toda, Profesor Seismologi dari Universitas Tohoku, menemukan bahwa jumlah gempa berkekuatan magnitudo 1,5 atau lebih telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelum gempa 2016.

Temuan itu didasarkan pada analisis aktivitas seismik di dekat zona sesar Hinagu selama satu dekade terakhir.

Toda menjelaskan, gempa tahun 2016 diyakini telah memicu tegangan dan tekanan besar, yang akhirnya menyebabkan pergerakan di sepanjang zona sesar Hinagu. (*/N-01)

BACA JUGA  Liburan ke Jepang tanpa Izin, Lucky Hakim Terancam Sanksi

Dimitry Ramadan

Related Posts

PTS di Yogyakarta Tuding PTNBH Jadi Alat PTN Rekrut Mahasiswa Baru

SEJUMLAH perguruan tinggi swasta (PTS) di Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluhkan sikap ugal-ugalan perguruan tinggi negeri (PTN), terutama yang berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dalam menjaring mahasiswa baru.…

Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan

DAMPAK erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu penutupan empat bandara di kawasan barat Indonesia berimbas pada kelancaran lalu lintas udara di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Hingga Senin (7/9) pukul 09.30…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Macan Putih Terkam Garudayaksa di Kandangnya sendiri

  • September 11, 2026
Macan Putih Terkam Garudayaksa di Kandangnya sendiri

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

  • September 11, 2026
Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

  • September 11, 2026
Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

  • September 11, 2026
Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

  • September 11, 2026
150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

Farhan Ajak Warga Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

  • September 11, 2026
Farhan Ajak Warga Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda