
SPANYOL akhirnya tampil sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 1-0 atas Argentina pada partai puncak yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin.
Pemain pengganti, Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan La Roja lewat gol di babak perpanjangan waktu (extra time).
Ini kali kedua Spanyol menjuarai Piala Dunia setelah 16 tahun silam. Kesuksesan itu mengingatkan para penggemar sepak bola dunia dengan La Furia Roja semasa diperkuat generasi emasnya seperti Iniesta, Xavi Hernandez, David Villa, Ramos, Casillas, dan lain-lain.
Arsitek Spanyol Luis de la Fuente pun bangga dengan para pemainnya. Ia menyebut anak-anak asuhnya merupakan talenta luar biasa.
“Saya merasa sangat bangga dengan generasi pesepakbola ini yang telah tumbuh bersama. Ini contoh tentang sebuah kelompok, sebuah keluarga. Kami telah banyak berbicara dengan para pemain. Kami telah memenangkan segalanya, dan itu sungguh luar biasa. Mereka adalah generasi pesepak bola yang menjadi kebanggaan Spanyol,” ungkap De La Fuente.
Spanyol memang tampil dominan sejak menit pertama pada pertandingan itu. Sayangnya beberapa upaya yang dilakukan oleh Lamine Yamal cs tak bisa berbuah gol.
Di sisi lain, Argentina seperti kehilangan arah permainan pada pertandingan final ini. Terbukti para punggawa Albiceleste tak bisa melepaskan satu pun tendangan tepat sasaran. Bahkan sihir Messi pun kali ini seperti teredam para pemain muda Spanyol.
“Bagaimanapun Argentina tetap Argentina. Mereka punya pemain terbaik dunia (Messi). Terbukti dengan sepuluh pemain di pengujung laga pun kami harus menderita,” cetus La Fuente.
Lawan tampil lebih baik

Di sisi lain, juru taktik Argentina Lionel Scaloni mengakui Spanyol tampil lebih baik mereka. “Mereka (Spanyol) lebih baik, itu adalah kenyataannya,” ujar Scaloni selepas laga.
Sebagai pelatih Scaloni mengaku sedih dengan kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara Piala Dunia, tapi mereka sudah melakukan segalanya.
Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka karena telah membawa kami kembali ke final Piala Dunia dan berjuang hingga akhir. Kami bersikap hebat saat meraih kemenangan, dan kami juga harus bersikap hebat saat menelan kekalahan,” ujar Scaloni.
“Kami kalah dalam pertandingan ini dan kami mengakuinya. Namun, hal itu tidak berarti kami akan berhenti mengenang segala upaya yang telah kami lakukan untuk sampai di titik ini,” katanya. (*/N-01)








