Begini Cara Aman Menikmati Kecap Menurut Ahli Gizi

BEBERAPA waktu lalu Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memposting soal kecap di akun Instagram-nya terkait dengan kecap. Dalam postingan itu, Menkes menyatakan keterkejutannya dengan tingginya kadar natrium di dalam kecap yakni pada kisaran 350–500 miligram natrium dalam satu sendok makan.

Dengan kisaran itu, berarti dalam empat sendok makan saja, sudah melampaui batas aman konsumsi natrium sebagaimana menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 2.000 miligram per hari.

Budi Gunadi Sadikin, kemudian mengimbau masyarakat untuk memperhatikan konsumsi kecap dalam makanannya khususnya pada makanan manis seperti gudeg dan bacem yang secara perlahan akan meningkatkan tekanan darah.

Menyimak hal itu, Ahli Gizi FKKMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawata (UGM) UGM Dr. Toto Sudargo, M. Kes, mengapresiasi materi edukasi yang disampaikan Menkes terkait tingginya kadar natrium pada kecap yang tidak banyak orang sadari.

Respon positif

Kecap merupakan salah satu makanan yang kerap ada di rumah. (MN/NN)

Ia menyebutkan, hal tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Meskipun masih ada respons negatif, tidak sedikit juga yang meresponsnya dengan positif.

BACA JUGA  Bupati Humbahas Ajukan Proposal Sarpras Kesehatan ke Menkes

“Saya respect banget dengan itu dan statement-statement-nya selalu cukup membuat orang ada yang merespons positif, ada yang merespons negatif dan sebagainya. Tapi itu semuanya adalah bentuk kasih sayang seorang menteri terhadap warganya”, ungkapnya, Kamis (25/6).

Toto kemudian menjelaskan mengapa kecap memiliki kadar natrium yang tinggi? Hal itu karena tahapan-tahapan dalam proses pengolahan kecap itu sendiri.

Dikatakan, pada awalnya kecap berasal dari bahan mentah yang berupa kedelai dan kemudian melalui proses pemasakan dan fermentasi hingga akhirnya menjadi bahan penambah rasa makanan.

Tahapan fermentasi

Ia mengemukakan pada tahapan fermentasi bahan tersebut kemudian ditambah dengan garam.

Sebetulnya menurut Toto makan soto dengan dilumuri kecap itu aman saja. Asalkan soto yang isiannya tidak hanya diisi dengan kuah kaldu dan daging, baik sapi maupun ayam, tetapi juga terdapat sayuran, seperti tomat, kol, dan daun seledri. Soto tersebut menjadi seimbang karena ada pelengkap sayur-sayurannya.

“Kadang-kadang remaja sekarang atau orang-orang sekarang bilang (pesan) soto tapi hanya daging sama air sama kuah. Itu kan kadang sebenarnya kecapnya dikasih banyak. Itu yang menyebabkan komposisi soto menjadi tidak seimbang.”

BACA JUGA  Indonesia Punya Rencana Pencegahan dan Pengendalian Kanker

“Padahal dengan tambahan kol, ada daun seledri, tujuannya adalah menyeimbangkan komposisi zat gizi yang ada,” tuturnya.

Kurangi natrium

Dengan adanya sayuran dan buah-buahan, makanan yang kita makan dapat mengurangi kadar natrium di dalamnya.

“Terutama sayur dan buah karena sayur dan buah itu sifatnya mereduksi bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh,” tambahnya.

Toto juga menegaskan bahwa natrium itu tetap diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit sehingga jika zat tersebut tidak seimbang, tubuh tidak bekerja dengan baik.

Sebab tubuh manusia membutuhkan makronutrien, seperti karbohidrat, protein, dan sebagainya, dan mikronutrien, seperti vitamin dan mineral.

Batas wajar

Toto mengimbau masyarakat tetap mengonsumsinya dalam batas wajar. Ia menyebutkan bahwa satu sendok makan dalam makanan itu sudah idealnya.

“Jadi, batasannya menurut saran saya, minimal maksimal adalah satu sendok saja. Itu yang paling aman. Karena kecap ini sebagai tambahan, kadang hari ini makan, besok tidak, lusa makan. Jadi, tidak selalu ditambahkan kecap,” tuturnya.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Berkomitmen Tingkatkan Mutu dan Pelayanan MBG

Meski demikian, Toto menegaskan mengonsumsi makanan yang tinggi natrium tidak serta-merta langsung menimbulkan penyakit, tetapi terdapat proses panjang yang efeknya dirasakan beberapa tahun ke depan.

“Bagaimana pun, kebiasaan memakan makanan tinggi natrium itu dapat memicu tekanan darah tinggi,” imbuhnya.

Tidak berlebihan

Ia kemudian menyarankan kepada seluruh penikmat kuliner atau masakan yang menggunakan bumbu kecap, agar tidak mengonsumsi kecap secara berlebihan.

“Apakah kecap itu berbahaya? Kalau dikonsumsi banyak, berbahaya, tetapi kalau kita bijak insyaallah enggak. Silakan kecap dikonsumsi, tapi tidak berlebihan.”

“Enggak usah takut dengan makan kecap, enggak usah. Kalau kita makannya itu seimbang tadi, misalnya dengan menambahkan sayur dan tidak berlebihan, pasti akan aman, tetap akan sehat,” pungkasnya. (AGT/D-01)

Dyah Soekasto

Related Posts

Konsep Bayi Tabung Mulai Dipikirkan untuk Selamatkan Badak Kalimantan

SAAT ini populasi badak kalimantan hanya menyisakan dua individu betina. Satu berada di Suaka Badak Kelian dan satu lagi masih hidup di alam liar di Mahakam Ulu. Kondisi tersebut membuat…

Kelahiran Anak Gajah di Taman Satwa Bukti Kesuksesan Pelestarian Ex Situ

SEEKOR bayi gajah sumatra lahir di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Lampung pada 5 juni lalu. Kelahiran anak gajah sumatra itu menambah deret keberhasilan di lembaga konservasi tersebut setelah sebelumnya berhasil…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penyidik Kejati DIY Geledah Dinas Koperasi dan UKM Yogyakarta

  • June 25, 2026
Penyidik Kejati DIY Geledah Dinas Koperasi dan UKM Yogyakarta

Begini Cara Aman Menikmati Kecap Menurut Ahli Gizi

  • June 25, 2026
Begini Cara Aman Menikmati Kecap Menurut Ahli Gizi

Sri Sultan Tunjuk KGPAA Paku Alam X Sebagai Plh Gubernur

  • June 25, 2026
Sri Sultan Tunjuk KGPAA Paku Alam X Sebagai Plh Gubernur

ASUS Bidik Segmen Korporasi Lewat ExpertBook Ultra Berbasis AI

  • June 25, 2026
ASUS Bidik Segmen Korporasi Lewat ExpertBook Ultra Berbasis AI

Berlian Organizer Bakal Umumkan Penerima HPN Awards 2026

  • June 25, 2026
Berlian Organizer Bakal Umumkan Penerima HPN Awards 2026

Brasil Juara Grup, Maroko Jadi Runner-up

  • June 25, 2026
Brasil Juara Grup, Maroko Jadi Runner-up