Imigrasi dan Polda Jatim Bongkar Jaringan Love Scamming WNA, 35 Orang Jadi Korban

TIM gabungan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur, dan Polresta Sidoarjo berhasil membongkar jaringan penipuan daring bermodus romansa (love scamming) yang dikendalikan oleh warga negara asing (WNA).

​Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat WNA asal Ghana, Pantai Gading, dan Nigeria, serta satu warga negara Indonesia (WNI). Jaringan itu diketahui telah mengelabui puluhan korban dengan total kerugian mencapai Rp1,1 miliar.

​Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menegaskan, keberhasilan pengungkapan ini merupakan buah dari sinergi dan pertukaran informasi intelijen yang kuat antarinstansi.

​”Sinergi ini menjadi kunci dalam mengungkap dugaan tindak pidana yang melibatkan warga negara asing serta memastikan penegakan hukum dapat berjalan secara otomatis,” ujar Novianto dalam keterangannya, Senin (22/6).

Pengintaian di Apartemen Puncak Dharmahusada

Tim Imigrasi Surabaya bersamqPolda Jawa Timur, dan Polresta Sidoarjo berhasil membongkar jaringan penipuan daring bermodus romansa (love scamming). (Dok/Ist)

​Pengungkapan bermula dari pengintaian petugas di Apartemen Puncak Dharmahusada, Surabaya. Di lokasi tersebut petugas mengamankan tiga WNA, yakni CEM dan CKN keduanya warga Nigeria dan YVA warga Pantai Gading.

BACA JUGA  Tim DVI Polda Jatim Identifikasi 50 Korban Ponpes Al Khoziny

​Di apartemen tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, laptop, kartu SIM, dan data kontak yang digunakan untuk melancarkan aksi penipuan.

​Setelah dilakukan pengembangan, tim gabungan meringkus KKP, seorang WNA asal Ghana yang diduga kuat bertindak sebagai koordinator jaringan. KKP ditangkap di sebuah hotel di Surabaya.

Identitas palsu

Tim Imigrasi Surabaya bersamqPolda Jawa Timur, dan Polresta Sidoarjo berhasil membongkar jaringan penipuan daring bermodus romansa (love scamming). (Dok/Ist)

​Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Bimo Arianto menjelaskan, para pelaku menggunakan identitas palsu di media sosial untuk mendekati korban. Setelah hubungan emosional terbangun, pelaku berjanji akan mengirimkan hadiah mewah dari luar negeri.

​Dalam melancarkan aksinya, para pelaku berbagi peran. YVA bertugas mencari dan membangun komunikasi dengan korban. KKP berperan sebagai penyedia rekening dan menyamar sebagai petugas pengiriman barang/hadiah. Sementara LNH (WNI) ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai pengumpul dan pemilik rekening penampung uang korban.

BACA JUGA  Polda Jatim Kick Off Launching GPM di Seluruh Wilayah

​Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kepolisian mencatat sedikitnya ada 35 orang yang menjadi korban dari sindikat ini. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar.

​Dari total korban tersebut, sebanyak 22 orang di antaranya berdomisili di Jawa Timur, dengan nominal kerugian yang bervariasi mulai dari Rp5 juta hingga Rp100 juta per orang.

Overstay

Tim Imigrasi Surabaya bersamqPolda Jawa Timur, dan Polresta Sidoarjo berhasil membongkar jaringan penipuan daring bermodus romansa (love scamming). (Dok/Ist)

​Selain terjerat tindak pidana siber, para WNA tersebut juga terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian berat berupa penyalahgunaan izin tinggal dan masa tinggal yang habis (overstay).

KKP pemegang ITAS Investor yang telah kedaluwarsa sejak November 2024, dengan total overstay selama 579 hari. CKN melakukan overstay selama 885 hari dan ​CEM melakukan overstay selama 35 hari.

BACA JUGA  Alami Masalah Mental, WNA Asal AS Lukai Dirinya dengan Pisau

​Tak hanya itu, dalam proses penggeledahan, petugas juga menemukan barang yang diduga kuat sebagai narkotika. Atas temuan pidana umum dan narkotika ini, Kantor Imigrasi Surabaya telah melimpahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada Polda Jawa Timur untuk proses hukum lebih lanjut.

Kejahatan lintas negara

​Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menyatakan bahwa kasus ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan keimigrasian tidak hanya sebatas administrasi, melainkan juga instrumen penting dalam mendeteksi kejahatan lintas negara.

Langkah tegas ini, lanjut Agus, sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, untuk menegakkan hukum keimigrasian secara profesional demi menjaga keamanan masyarakat. (OTW/M-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

PEMERINTAH Kota Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut kini mulai diuji coba untuk menghadirkan…

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

KEJAKSAAN Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menahan seorang pimpinan sebuah bank pelat merah di Sleman berinisial HSU. Kasi Penkum Kejati DIY Langgeng Prabowo menjelaskan dalam menangani kasus itu mereka memeriksa saksi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

  • November 6, 2026
Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

  • November 6, 2026
Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

  • November 6, 2026
Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

  • November 6, 2026
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali

  • November 6, 2026
KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali