Iran dan Amerika Kembali Saling Serang, Asa Perdamaian Jauh lagi

HARAPAN masyarakat dunia untuk melihat Timur Tengah kembali damai sepertinya masih jauh. Hal itu setelah pihak-pihak yang bertikai kembali saling serang, meski perwakilan mereka tengah mengupayakan perdamaian di meja perundingan.

Seperti dilaporkan berbagai media, militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan itu disebut-sebut sebagai respons terhadap penembakan jatuh helikopter Apache sehari sebelumnya di selat Hormuz.

Ledakan pun terjadi di sejumlah wilayah Iran, seperti di Provinsi Hormozgan dan di Pulau Qeshm

“Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran, pada pukul 17.00 ET (04.00 WIB) hari ini atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin,” tegas Komando Pusat AS di media sosial.

BACA JUGA  Amerika Serikat Tegaskan tidak akan Menyerang Iran lagi

“Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan,” tambahnya.

Siap membalas

Di sisi lain, Iran melalui Menteri Luar Negerinya, Abbas Araghchi memperingatkan AS untuk segera meninggalkan wilayahnya jika ingin selamat. “Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman,” tulis Araghchi di akun media sosialnya.

Ia berjanji tidak ada serangan dari AS yang dibiarkan tanpa balasan. Iran terus bertekad menghadapi serangan. “Angkatan bersenjata kami tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan,” kata Araghchi.

Pernyataan Araghchi itu tidak berlebihan. Sebab faktanya militer Iran membalas serangan itu dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan mengklaim pasukannya telah menembak jatuh sebuah drone pengintai MQ-9 Reaper milik AS yang terdeteksi mengudara di wilayah udara Iran

BACA JUGA  Donald Trump Dilantik Sebagai Presiden AS 20 Januari 2025

Serangan lanjutan

Pada bagian lain, Presiden AS Donald Trump mengaku tengah mempertimbangkan untuk memerintahkan serangan militer lanjutan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

Trump mengaku mempertimbangkan langkah tersebut lantaran Iran dinilai mengulur-ulur proses negosiasi. Trump juga mengancam Iran akan membayar harganya karena telah menunda pembicaraan dengan mereka. (*/N-01)

 

Dimitry Ramadan

Related Posts

Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

SEBAGAI negara pewaris utama imperium Uni Soviet, Rusia kerap masih sering disalahpahami banyak negara di dunia, termasuk sebagian masyarakat Indonesia. Banyak negara di dunia seperti masih ragu berhubungan dengan Rusia…

MU Dipermak Bournemouth di Old Trafford, Liverpool Menang di Anfield

MANCHESTER United kembali harus menelan pil pahit. Setelah babak belur di kompetisi Eropa seusai dibekap Como 1-4, kali ini Setan Merah harus menelan kenyataan pahit di kompetisi domestik. Betapa tidak?…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

  • October 26, 2026
Konstelasi Hubungan Indonesia-Rusia dalam sebuah Bingkai

Kombes Boy Sutan Binanga Siregar Raih Gelar Doktor di UIN Jambi

  • October 26, 2026
Kombes Boy Sutan Binanga Siregar Raih Gelar Doktor di UIN Jambi

Persib Minta Kasus Meninggalnya Bobotoh Diusut Tuntas

  • October 26, 2026
Persib Minta Kasus Meninggalnya Bobotoh Diusut Tuntas

UII Sabet Penghargaan Best Airmanship and Safety dalam KRTI

  • October 26, 2026
UII Sabet Penghargaan Best Airmanship and Safety dalam KRTI

Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

  • October 26, 2026
Tim Verifikasi Penyelenggaraan Sanitasi Datangi Sleman

Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo

  • October 26, 2026
Polresta Sleman Gelar Operasi Patuh Progo