
PEMERINTAH Kota Bandung merespons sejumlah dampak pasca perayaan juara Persib Bandung, terutama terkait penertiban minuman keras (miras), penanganan sampah serta pemulihan fasilitas publik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan keprihatinannya atas adanya korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu konsumsi minuman keras selama perayaan berlangsung. Ia menyebut, korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang.
“Semalam ditemukan lagi korban wafat yang kedua. Kecelakaan lalu lintas karena minuman keras lagi. Temuan di lapangan juga menunjukkan tingginya konsumsi miras selama perayaan.”
“Dalam dua malam terakhir, petugas mendapati sampah botol minuman keras hingga mencapai satu mobil pick up. Kondisi ini dinilai menjadi indikator kuat perlunya penindakan lebih tegas,” paparnya.
Gelar razia
Pemkot Bandung, lanjut Farhan, akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menggelar razia besar-besaran terhadap peredaran miras ilegal. Penertiban akan difokuskan pada jalur distribusi dan penjualan yang tidak memiliki izin.
Selain itu, Pemkot Bandung memastikan tidak akan ada lagi kegiatan perayaan besar terkait Persib dalam waktu dekat.
“Di sektor kebersihan, kami mencatat adanya peningkatan volume sampah hingga sekitar 10 persen selama dua hari terakhir. Tambahan sampah diperkirakan mencapai sekitar 50 ton, terutama di titik-titik keramaian dan jalur perayaan,” terangnya.
Tidak hanya sampah lanjut Farhan, aktivitas warga yang masih berpesta hingga larut malam juga menimbulkan persoalan ketertiban. Petugas gabungan bahkan menemukan sejumlah warga dalam kondisi mabuk di ruang publik.
Patroli dan pembersihan
Sebagai langkah respons, jajaran Pemkot Bandung melakukan patroli dan pembersihan sejak malam hingga dini hari guna memastikan kondisi kota tetap terkendali.
Sementara itu, kerusakan fasilitas publik juga menjadi perhatian serius. Sedikitnya 35 titik taman di Kota Bandung dilaporkan mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas masyarakat selama perayaan.
Saat ini, proses perbaikan tengah dilakukan secara bertahap. Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Farhan menilai perayaan juara Persib merupakan momen kebahagiaan bagi masyarakat Bandung.
“Euforia tersebut sebagai salah satu perayaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Tapi tidak apa-apa, tiga hari pesta untuk 362 hari kebahagiaan,” tandasnya.
Kembali fokus kerja
Kepada Ajak ASN Bandung Farhan kembali mengajak kerja keras dan tidak larut dalam euforia pasca berbagai momentum di Kota Bandung. Seluruh jajaran harus segera kembali fokus bekerja menghadapi berbagai persoalan nyata yang masih di depan mata.
“Euforia hanya boleh dirasakan sesaat, namun tidak boleh mengganggu kinerja dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Kita kembali kepada kenyataan, kembali kepada pekerjaan dan tugas kita,” paparnya.
Farhan meminta seluruh ASN dan kewilayahan menuntaskan pembersihan kota dalam waktu 24 jam pasca euforia kemenangan Persib Bandung. Sejak Jumat malam hingga Minggu dini hari, seluruh jajaran Pemkot Bandung bekerja tanpa henti membersihkan sisa perayaan, khususnya sampah dari konvoi kemenangan Persib.
“Saya bahkan turut turun langsung memantau kondisi kota sejak pukul 02.00 hingga 06.00 pagi. Namun demikian, saya akui kondisi kebersihan kota belum sepenuhnya kembali normal.”
“Kalau masih ada warga yang mengeluh kota belum bersih, itu harus kita maklumi. Jadikan itu sebagai energi untuk mempercepat pekerjaan kita,” sambungnya.
Terus berkoordinasi
Farhan menambahkan setidaknya dibutuhkan waktu lebih dari 24 jam, untuk mengembalikan kondisi Kota Bandung seperti semula setelah tiga malam penuh aktivitas perayaan.
Ia meminta, seluruh OPD dan kewilayahan harus bergerak cepat dan terkoordinasi agar fungsi Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi dapat kembali berjalan optimal.
Meski dihadapkan pada beban kerja yang tinggi, dirinya tetap memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras selama beberapa hari terakhir.(zahra/M-01)






