
POLRES Tasikmalaya bersama Kodim 0612 dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menggelar panen raya jagung di Kampung Cempaka, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Tasikmalaya. Panen jagung tersebut memanen lebih 171 ton di lahan seluas 5 hektare.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama mengatakan, panen jagung pada kuartal II di Polsek Sukaraja, Polsek Sodonghilir dan Polsek Cikatomas tersebut, merupakan pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Tanam jagung yang dilakukan oleh jajaran Polsek pada kuartal II sangat melimpah, terpenuhi hingga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat guna menekan potensi kerawanan sosial. Namun, komoditas jagung manifestasi sebagai kolaborasi lintas sektoral sangat kuat melalui personel mendampingi kelompok tani secara intensif,” ujar Wahyu Pristha Utama, Senin (18/5/2026).
Lakukan pendampingan

Menurut Wahyu, lahan pertanian jagung di wilayahnya dapat dikembangkan secara terintegrasi berada di Polsek Sukaraja, Polsek Sodonghilir dan Polsek Cikatomas hingga pendampingan dilakukan secara aktif oleh anggota Polri dan TNI. Kehadiran Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun kelompok tani umum juga efektif meminimalkan kendala di lapangan.
“Pemkab Tasikmalaya turut memberikan dukungan penuh terhadap Polri, TNI dan komitmen hingga memberikan bantuan infrastruktur bagi para petani supaya hasil produktivitas lahan terjaga secara berkelanjutan. Namun, untuk memastikan hilirisasi dan stabilitas harga diharapkan mampu menjaga harga jagung tetap stabil, baik tingkat peternak, pasar dan petani mendapat keuntungan,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto mengatakan, untuk mendukung program ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan memanen jagung di Kecamatan Cisayong dan panen yang dilakukan pada kuartal II mencapai kurang dari 10 ton.
Wujud sinergi

Program tersebut menjadi wujud sinergi guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah Tasikmalaya.
“Panen jagung kuartal II hasilnya baik dan kami berharap produktivitas pertanian jagung terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Kami tetap optimistis sektor pertanian semakin berkembang, memperkuat perekonomian daerah meski lahan yang di panen seluas 6 hektare dan hasilnya kurang dari 10 ton,” pungkasnya. (Yey/N-01)






