Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba

SALAH satu evolusi pada binatang yang paling mengesankan dalam sejarah adalah terbang. Namun jauh sebelum bisa terbang sebenarnya, sejumlah hewan purba sudah berevolusi dengan memiliki sayap.

Hanya sayap itu bukan untuk terbang, melainkan untuk yang lain. Hal itulah yang dikatakan ahli zoologi Piotr Jablonski. Menurutnya  sayap purba awalnya dimaksudkan untuk dilihat, bukan untuk terbang.

Hal itu setelah ia mempelajari perilaku burung di Amerika Barat. Ia memperhatikan beberapa burung akan mengepakkan sayap atau mengembangkan bulu ekornya untuk memancing serangga ke tempat terbuka.

“Kemudian burung-burung itu akan menangkap dan memakan serangga tersebut. Jika dinosaurus bersayap purba adalah nenek moyang burung, mungkin dinosaurus melakukan hal yang sama,” ujarnya.

BACA JUGA  7 Dosen UGM Masuk Ilmuwan Berpengaruh Dunia

Simulasi komputer

Ilustrasi. Burung purba. (Dok.IG)

Sebelum mengajukan teorinya itu Jablonski dan rekan-rekannya menguji dinosaurus robot dan simulasi komputer kepada serangga sungguhan dan merekam aktivitas otak mereka. Tujjuannya adalah mengamati bagaimana perilaku hewan yang telah lama punah.

Jablonski, yang sekarang berada di Museum dan Institut Zoologi Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia, Warsawa, berfokus pada dinosaurus kecil berbulu yakni pennaraptoran.

Bersama rekan-rekannya seperti Jinseok Park seorang ahli ornitologi yang sekarang berada di Max Planck Institute for Biological Intelligence di Planegg, Jerman dan Minyoung Son, seorang paleontolog vertebrata di Universitas Minnesota di Minneapolis, mereka memodelkannya berdasarkan Caudipteryx yang berukuran sebesar kalkun, yang merupakan salah satu pennaraptoran bersayap.

Setelah itu robot yang mereka beri nama Robopteryx itu dipertemukan dengan belalang. Hasilnya, robot itu seperti membuka sayapnya ke samping atau mencondongkan tubuh ke arah serangga dan melontarkan ekornya ke depan.

BACA JUGA  Dukung Kemandirian Pangan, Peneliti Kembangkan Padi Gamagora

Untuk pemikat lawan jenis

Ilustrasi. Burung purba. (Dok.IG)

Meskipun masih belum cukup untuk menyimpulkan bahwa sayap protowing mereka memang digunakan untuk tampilan yang menarik perhatian, “apa yang ditunjukkan ini, dengan cukup elegan dan meyakinkan, adalah bahwa itu mungkin,” kata paleontolog Corwin Sullivan dari Universitas Alberta di Edmonton, Kanada.

“Anggap saja bulu-bulu pennaraptoran awal digunakan untuk pertunjukan kawin ini,” kata Sullivan.

“Itu tidak berarti bulu-bulu tersebut tidak bisa digunakan untuk hal lain,” timpal Jablonski.

Keduanya sepakat bahwa dinosaurus tersebut juga bisa saja mengepakkan sayapnya untuk menarik pasangan.

Tidak cukup menciptakan gaya aerodinamis

Hal yang juga diamini Minyoung Son. Menurutnya sayap purba hewan-hewan tersebut kemungkinan besar tidak mampu mendukung penerbangan.

BACA JUGA  Menjaga Tradisi sambil Mengedukasi Lewat Engkle Rancage

“Luas permukaan sayap terlalu kecil untuk menciptakan gaya aerodinamis yang dibutuhkan untuk mengangkat pennaraptoran dari tanah, dan jangkauan persendian sayap mereka juga akan membatasi pergerakan mereka,” ujarnya.

“Selain itu, bulu perlu memiliki bentuk asimetris agar aerodinamis, dan berdasarkan catatan fosil, dinosaurus ini belum memiliki bulu aerodinamis, ” tukasnya. (Berbagai sumber/sciencenews/M-01)

Related Posts

Sekolah Terakhir; Kegelisahan Fathul Wahid pada Dunia Pendidikan

NOVEL berjudul Sekolah Terakhir karya mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid terbitan Buku Mojok dijadikan bahan diskusi dan refleksi kritis dunia pendidikan yang digelar Prodi Pendidikan Agama Islam…

Begini Cara Aman Menikmati Kecap Menurut Ahli Gizi

BEBERAPA waktu lalu Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memposting soal kecap di akun Instagram-nya terkait dengan kecap. Dalam postingan itu, Menkes menyatakan keterkejutannya dengan tingginya kadar natrium di dalam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

  • June 27, 2026
Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

  • June 26, 2026
Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

Gebuk Oman, Indonesia Lolos ke Semifinal AVC Cup 2026

  • June 26, 2026
Gebuk Oman, Indonesia Lolos ke Semifinal AVC Cup 2026