
FAUNALAND menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses pemilihan mitra Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) pengelolaan Kawasan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang saat ini tengah dibuka Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Faunaland menilai proses itu menjadi momentum untuk menghadirkan pengelolaan kebun binatang yang lebih modern, ramah satwa, edukatif dan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat kota.
Sebagai pengelola Faunaland Ancol Jakarta dan Faunaland Buperta Cibubur, Faunaland memiliki pengalaman mengembangkan kawasan konservasi yang berada di tengah aktivitas masyarakat perkotaan.
Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan karakter Kebun Binatang Bandung yang memiliki posisi strategis di pusat kota dan selama ini menjadi bagian dari ruang interaksi masyarakat Bandung lintas generasi.
Konservasi urban

Faunaland selama ini mengembangkan konsep konservasi urban yang terintegrasi dengan ruang publik, edukasi keluarga dan aktivitas masyarakat kota.
Pendekatan ini memungkinkan lembaga konservasi tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi ruang belajar lingkungan hidup yang lebih terbuka, nyaman dan dekat dengan keseharian masyarakat.
“Bandung memiliki karakter kota yang kreatif, hijau dan sangat dekat dengan aktivitas komunitas serta keluarga muda. Karena itu kami melihat Kebun Binatang Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ruang konservasi urban yang tidak hanya sehat bagi satwa, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan ruang hijau yang hidup bagi masyarakat,” ujar Danny Gunalen CEO Faunaland Indonesia Jumat (8/5).
Bangun kepercayaan publik
Danny menyebut, perhatian publik terhadap kesejahteraan satwa saat ini semakin tinggi. Masyarakat kini tidak hanya melihat lembaga konservasi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menaruh perhatian pada kualitas habitat, pola perawatan, kesehatan satwa, hingga bagaimana lembaga konservasi menjalankan fungsi edukasi dan konservasinya secara bertanggung jawab.
“Karena itu pengelolaan Bandung Zoo ke depan perlu mengedepankan kualitas kesejahteraan satwa, penguatan fasilitas konservasi, penataan habitat yang lebih baik, serta tata kelola profesional yang mampu membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan,” paparnya.
Selain memiliki pengalaman dalam pengelolaan konservasi urban, Faunaland juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai jaringan dan komunitas konservasi internasional dalam pengembangan edukasi satwa, enrichment habitat dan peningkatan standar animal welfare.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari komitmen Faunaland untuk terus menghadirkan pengelolaan konservasi yang adaptif terhadap perkembangan standar global dan kebutuhan masyarakat modern.
Ikon ruang hijau edukatif
Danny menilai keunggulan utama Bandung Zoo terletak pada lokasinya yang berada di jantung kota. Dengan pendekatan yang tepat, kawasan ini dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi ikon ruang hijau edukatif Kota Bandung sekaligus pusat pembelajaran konservasi bagi anak-anak dan generasi muda.
“Kami percaya lembaga konservasi di tengah kota harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kesejahteraan satwa, edukasi publik, ruang hijau kota, dan pengalaman keluarga yang berkualitas. Pendekatan konservasi urban seperti inilah yang selama ini menjadi fokus pengembangan Faunaland,” tuturnya.
Menurut Danny, selain fungsi konservasi Faunaland juga melihat potensi besar Kebun Binatang Bandung untuk terhubung dengan ekosistem kreatif dan komunitas di Kota Bandung, mulai dari kegiatan edukasi lingkungan, aktivasi komunitas, hingga pengembangan ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Identitas kota
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap proses pemilihan mitra KSP yang dilakukan Pemkot Bandung secara terbuka dan profesional.
“Kami berharap proses seleksi dapat menghasilkan mitra pengelola yang tidak hanya memiliki kapasitas operasional dan investasi, tetapi juga memiliki visi jangka panjang terhadap kesejahteraan satwa, edukasi publik, pengelolaan ruang hijau kota dan pembangunan kepercayaan masyarakat,” lanjutnya.
Danny melihat Kebun Binatang Bandung bukan sekadar kawasan wisata, tetapi bagian dari identitas kota dan ruang belajar bersama.
Karena itu pihaknya berharap kawasan ini dapat dikelola dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter Bandung yang terbuka, edukatif, ramah keluarga dan memiliki kepedulian kuat terhadap lingkungan serta kesejahteraan satwa.
Sesuai jadwal yang diumumkan Pemkot Bandung, proses pemilihan mitra KSP Kebun Binatang Bandung berlangsung sepanjang Mei 2026 hingga penetapan pemenang pada 25 Mei 2026. (zahra/N-01)







