
SINERGI aparat gabungan di Bandara Internasional Juanda berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 39.927 Benih Bening Lobster (BBL) jenis mutiara ke Vietnam.
Keberhasilan itu merupakan hasil koordinasi intensif antara intelijen, Satgas Pam, Avsec, Karantina, serta pihak Bea Cukai. Puluhan ribu benih lobster ini akan diselundupkan dengan penerbangan pesawat Singapore Airline.
Seorang tersangka yang mencoba meloloskan barang ilegal tersebut melalui mekanisme bagasi pesawat juga berhasil ditangkap. Penangkapan itu bermula dari kecurigaan petugas saat memantau hasil pemindaian mesin X-ray di area bagasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dipastikan berisi BBL, petugas segera melakukan pencarian terhadap pemilik koper tersebut.
Dansatgaspam TNI AL Bandara Internasional Juanda adalah Letkol Laut (P) Rai Terianom mengatakan, tersangka diketahui menggunakan modus operandi dengan memanfaatkan menit-menit terakhir menjelang keberangkatan (last flight). Strategi ini diduga dilakukan untuk meminimalkan waktu pemeriksaan petugas di tengah jadwal keberangkatan pesawat yang ketat.
Gunakan handuk basah dan es

Tersangka juga menggunakan modus operandi baru yaitu menyembunyikan puluhan ribu BBL dengan handuk dibasahi air dan es. Sebelumnya penyelundup menggunakan air bubble atau plastik berisi air dan udara
“Cara ini digunakan agar benih lobster tetap bertahan hidup (terpreservasi) hingga sampai ke lokasi tujuan. Selain itu, metode ini dianggap lebih murah dan efektif,” kata Letkol Rai.
Total nilai barang bukti yang diamankan ini mencapai Rp1 miliar berdasarkan harga pasar lokal Rp25 ribu per ekor. Namun jika berhasil diselundupkan ke pasar internasional, nilainya bisa melonjak hingga tiga atau empat kali lipat. Harga pasar internasional benih lobster jenis mutiara bisa mencapai Rp100 ribu per ekor.
Tingkatkan pengawasan

Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat penyelundupan melalui Bandara Juanda kembali terjadi setelah sempat nihil selama setahun terakhir. Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan kepada pihak Polda Jawa Timur, Karantina, dan Bea Cukai untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihak keamanan bandara menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan guna mencegah terulangnya aksi serupa di masa mendatang. (OTW/L-02)






