Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan 4,9-5,7 Persen

PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan dalam kisaran 4,9-5,7 persen. Berbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 meningkat berkat topangan permintaan domestik.

“Bank Indonesia membuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam agenda Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2026, Rabu.

Gubernur BI mengatakan pertumbuhan ekonomi perlu terus didorong agar tetap baik di tengah memburuknya kondisi dan prospek ekonomi global.
Konsumsi rumah tangga naik didukung keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang terjaga.

Investasi, khususnya bangunan, tetap baik karena didorong terutama oleh akselerasi investasi terkait berbagai program prioritas pemerintah. Ke depan, berbagai kebijakan pemerintah dan BI dinilai perlu terus diperkuat di tengah menurunnya prospek perekonomian global.

BACA JUGA  Purbaya Mau Tarik Rp200 Triliun, Ekonom UGM Beri Peringatan

Di atas rata-rata

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan kecepatan pertumbuhan populasi Indonesia berada di atas rata-rata dunia.

“Sekarang penduduk dunia sudah di atas 8 miliar, dan penduduk Indonesia sudah di atas 280 juta jiwa. Kalau mengikuti tren peningkatan penduduk dunia, seharusnya kita ini hanya 240 juta saja. Berarti kecepatan pertumbuhan populasi kita di atas rata-rata dunia. Nah, kalau di atas rata-rata dunia maka kita pun harus hati-hati,” ungkapnya, Selasa.

Dalam kondisi ini, Indonesia akan mengalami fase bonus demografi apabila penduduk generasi yang cenderung muda dapat dikelola dengan baik. Sebaliknya, penduduk yang menua akan mengalami penurunan produktivitas.

BACA JUGA  Jateng Fair Menumbuhkan Perekonomian Jawa Tengah

Karena itu, dia mengingatkan pemerintah agar dapat menangani persoalan daya dukung lingkungan yang semakin terbatas seiring peningkatan jumlah populasi.

“Kalau kita pelajari, sebagian bencana bukannya bencana alam saja, tapi bencana karena manusia karena tekanan jumlah penduduk kita. Penduduk makin banyak makin perlu air, makin perlu pangan, makin perlu energi,” ujar Rachmat. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) memperkuat stabilitas dan integritas pasar modal Indonesia melalui tiga kebijakan strategis, yakni memperpanjang kebijakan pembelian kembali saham (buyback) tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hingga…

Setelah Viral, Dua anak Menhaj Akhirnya Mundur dari Posisi Staf Ahli

WAKIL Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan dua putra Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf yaitu Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, telah mengundurkan diri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

  • October 27, 2026
Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

  • October 27, 2026
The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

  • October 27, 2026
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

  • October 27, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri

  • October 27, 2026
PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri