
GEMPA berkekuatan 7.4 magnitudo mengguncang Jepang pada Senin waktu setempat. Peringatan tsunami diumumkan di Jepang bagian utara dan timur laut.
Gempa tercatat terjadi pukul 07:52 GMT (14:52 WIB), dengan episentrum terletak 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate. Pemerintah Jepang mencatat gempa yang terjadi bermagnitudo 7,5, dengan peringatan tsunami dikeluarkan untuk wilayah Aomori, Hokkaido, dan Iwate di pesisir Samudera Pasifik.
Perdana Menteri Sanae Takaichi meminta masyarakat di kawasan terdampak gempa untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sebagai antisipasi kemungkinan tsunami.
Menurut laporan media setempat, gelombang tsunami pertama setinggi 40 sentimeter telah mencapai pesisir Prefektur Iwate, Jepang. Gelombang tsunami juga tercatat di laut sekitar 50 kilometer dari Prefektur Miyagi.
Sementara itu, sedikitnya 20.000 orang di Prefektur Iwate, masing-masing 9.640 orang di Kota Otsuchi dan sekitar 11.000 orang di Kota Kamaishi.
Tak ada WNI jadi korban
Pada bagian lain, Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam gempa besar bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda Jepang utara.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa pihaknya, melalui KBRI Tokyo, telah menerima informasi terkait peringatan tsunami di Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido.
“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa,” kata Heni dalam pernyataan tertulisnya.
Ia memastikan bahwa KBRI Tokyo terus melakukan komunikasi intensif dengan simpul-simpul diaspora WNI di wilayah terdampak gempa, khususnya di Prefektur Aomori dan Iwate.
Adapun bagi WNI yang menghadapi kedaruratan dan memerlukan bantuan KBRI Tokyo dapat menghubungi hotline KBRI melalui nomor telepon +81-80-3506-8612 atau +81-80-4940-7419, kata Heni. (*/N-01)






