Covid-19 Cicada Disebut tidak Seganas Varian Sebelumnya

SEBANYAK 23 negara sudah melaporkan adanya pasien varian baru Covid-19 yang disebut Cicada. Hal ini kemudian memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat global.

Namun, Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K)., menegaskan bahwa hingga saat ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia dan belum menunjukkan tingkat keganasan yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya.

Dikatakan SARS-CoV-2 strain Omicron BA.3.2 atau disebut varian Cicada muncul pertama kali di Afrika Selatan pada November 2024. Varian itu sempat tidak terdeteksi, hingga kembali muncul pada Februari lalu.

Meski telah dilaporkan di 23 negara untuk saat ini Cicada belum dilaporkan masuk di Indonesia. “Data yang ada tidak menunjukkan indikasi Cicada lebih ganas dibandingkan strain sebelumnya,” jelas dr. Tri Wibawa, Kamis (9/4). Untuk diketahui, varian Covid-19 sebelumnya yakni Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron.

BACA JUGA  Dosen UGM Raih Grant Penelitian Internasional U’Good

Gejala bervariasi

Tri Wibawa menyebut belum ada perbedaan signifikan antara varian Cicada dengan varian Covid-19 lainnya. Hal ini juga tercermin dari gejala yang ditimbulkan pada pasien.

“Tidak ada gejala spesifik yang membedakan pasien yang terinfeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya. Gejala bisa bervariasi, mulai dari ringan seperti influenza hingga berat, tergantung kondisi kesehatan dan imunitas pasien,” ujarnya.

Terkait efektivitas vaksin, ia menekankan bahwa kemunculan varian baru memang selalu berpotensi mempengaruhi tingkat perlindungan vaksin. Namun, masyarakat yang telah divaksinasi atau pernah terinfeksi tetap memiliki keuntungan dari sisi imunitas.

“Individu yang pernah terpapar atau mendapatkan vaksin tentu memiliki imunitas yang lebih siap dibandingkan yang belum pernah vaksinasi atau terinfeksi,” tambahnya.

BACA JUGA  Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak Tajam di Korsel

Jaga kewaspadaan

Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum. Ia menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan melalui perilaku hidup sehat.

“Tidak ada langkah spesifik untuk Cicada. Masyarakat perlu tetap melakukan vaksinasi, menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan sanitasi, menghindari kerumunan saat sakit, serta segera berkonsultasi ke dokter jika merasa tidak sehat,” tegasnya.

Dengan situasi yang masih terkendali di Indonesia, Ia menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak lengah dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan dasar. (AGT/D-01)

BACA JUGA  Prof. Tri Untari: Coronavirus Anjing tidak Bersifat Zoonosis

Dyah Soekasto

Related Posts

Mahasiswa UNY Sulap Sisa Kayu Praktikum Jadi Kotak Tisu Estetis

MAHASISWA Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Mengajar Universitas Negeri Yogyakarta di SMKN 1 Kalasan Sleman menghadirkan inovasi kreatif dengan mengolah limbah kayu hasil praktikum siswa menjadi produk fungsional berupa kotak tisu.…

Garut dan Kabupaten Tasikmalaya Masuk Status KLB Campak

DINAS Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menemukan 14 orang positif tertular penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus yang ditemukan pada awal Januari hingga Maret 2026 itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah Korban Longsor di Sumedang

  • April 9, 2026
Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah Korban Longsor di Sumedang

Kalahkan Gresik Phonska, JPE Juara Putaran Pertama

  • April 9, 2026
Kalahkan Gresik Phonska, JPE Juara Putaran Pertama

Seribuan Pendaftar Ikuti Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Polda DIY

  • April 9, 2026
Seribuan Pendaftar Ikuti Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Polda DIY

Mahasiswa UNY Sulap Sisa Kayu Praktikum Jadi Kotak Tisu Estetis

  • April 9, 2026
Mahasiswa UNY Sulap Sisa Kayu Praktikum Jadi Kotak Tisu Estetis

UGM Buka Jalur Seleksi Bibit Unggul

  • April 9, 2026
UGM Buka Jalur Seleksi Bibit Unggul

Covid-19 Cicada Disebut tidak Seganas Varian Sebelumnya

  • April 9, 2026
Covid-19 Cicada Disebut tidak Seganas Varian Sebelumnya