Tiga Prajurit TNI Kembali Jadi Korban Ledakan di Lebanon, Indonesia Minta Usut Tuntas

SEBANYAK tiga penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia kembali menjadi korban ledakan di Lebanon selatan.

Ironisnya, insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah tiga personel Indonesia lainnya tewas dalam peristiwa terpisah di lokasi yang sama. Saat ini ketiga jenazah itu sudah dipulangkan ke Tanah Air.

Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut tiga penjaga perdamaian yang terluka dalam ledakan pada Jumat.

Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjelaskan ledakan terjadi di dalam fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa dekat El Adeisse pada Jumat sore. Tiga penjaga perdamaian mengalami luka dan segera dilarikan ke rumah sakit, dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.

Belum diketahui

Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jakarta menyatakan, asal-usul ledakan masih belum diketahui.

BACA JUGA  Serangan Israel Paksa Ribuan Warga Mengungsi dari Lebanon ke Suriah

Namun seorang sumber keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP) secara anonim, “tembakan dari tank Israel menjadi penyebab ledakan tersebut.”

Insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas akibat proyektil yang meledak pada dua puluh sembilan Maret di Lebanon selatan.

Minta usut

Sementara itu, Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengusut seluruh insiden terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) setelah tiga personel penjaga perdamaian Indonesia terluka akibat ledakan pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon selatan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Sabtu, Indonesia menyampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam atas ledakan itu.

BACA JUGA  Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, PBB minta Kembali ke Meja Perundingan

“Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan pelindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL,” kata Kemlu RI dalam pernyataan resminya.

Indonesia mengatakan tiga personel yang terluka itu merupakan insiden serius ketiga yang melibatkan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu satu minggu terakhir. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Gasak Garuda Jaya, Bhayangkara Presisi Selangkah Menuju Juara Putaran I

JUARA bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi kembali memetik kemenangan pada laga keduanya di final four Proliga. Kesuksesan itu membuat mereka selangkah lagi menjuarai putaran pertama. Jakarta Garuda Jaya lah yang kali…

Jenazah TNI yang Gugur di Lebanon Dijadwalkan Tiba Malam ini

JENAZAH tiga anggota TNI Angkatan Darat yang gugur saat bertugas di Lebanon dijadwalkan tiba di Indonesia malam ini. Sumber di Korem 072/Pamungkas menyebutkan rencana waktu rangkaian giat kedatangan Jenazah prajurit…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Persita, Persebaya Naik ke Posisi Kelima

  • April 4, 2026
Bekuk Persita, Persebaya Naik ke Posisi Kelima

Gasak Garuda Jaya, Bhayangkara Presisi Selangkah Menuju Juara Putaran I

  • April 4, 2026
Gasak Garuda Jaya, Bhayangkara Presisi Selangkah Menuju Juara Putaran I

Tiga Prajurit TNI Kembali Jadi Korban Ledakan di Lebanon, Indonesia Minta Usut Tuntas

  • April 4, 2026
Tiga Prajurit TNI  Kembali Jadi Korban Ledakan di Lebanon, Indonesia Minta Usut Tuntas

Bidang Ilmu Kehutanan dan Pertanian UGM Masuk Peringkat 151-200 Dunia

  • April 4, 2026
Bidang Ilmu Kehutanan dan Pertanian UGM Masuk Peringkat 151-200 Dunia

Wali Kota Bandung Sampaikan Duka atas Insiden Pohon Tumbang

  • April 4, 2026
Wali Kota Bandung Sampaikan Duka atas Insiden Pohon Tumbang

Jenazah TNI yang Gugur di Lebanon Dijadwalkan Tiba Malam ini

  • April 4, 2026
Jenazah TNI yang Gugur di Lebanon Dijadwalkan Tiba Malam ini