Perdoski Pecahkan Rekor MuRI dalam Pemeriksaan Skabies Terbanyak

DATA dari Kementerian Kesehatan 2013, menunjukkan prevalensi skabies (Kudis) di masyarakat umum antara 3,9-6%. Tapi bisa mencapai 84,8% di sekolah asrama, atau yang tinggal secara komunal. Dan data dari Global Burden of Diseases Study di 2015, Indonesia menempati peringkat pertama negara dengan beban penyakit tertinggi akibat skabies.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) memasukan penyakit ini kedalam daftar penyakit tropis yang terabaikan (neglected tropical diseases). Penyakit ini belum menjadi fokus utama untuk penanganannya. WHO sendiri menargetkan pada 2030 seluruh penyakit skabies ini hilang di masyarakat.

Itu sebabnya, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) mengadakan Pemeriksaan dan Pengobatan Skabies Gratis untuk warga Kota Makassar, yang digelar bagi 1.000 lebih anak panti asuhan, di pelatan Lapangan Kaarebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/7).

Anggota Perdoski Makassar, Prof Khairuddin Djawad, sekaligus Ketua Panitia Pemeriksaan dan Pengobatan Skabies dengan Peserta Terbanyak ini menyebutkan, penyakit skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh tungau yang dapat berpindah dari satu tubuh manusia ke manusia lain. Penyakit itu banyak terdapat di dalam tempat yang masyarakatnya hidup secara bersamaan.

BACA JUGA  Wilayah Papua Masih Rentan Terjangkit Malaria

Penyakit itu dapat mengganggu aktivitas di kehidupan sehari-hari. Para penderita bisa merasakan gatal-gatal, perih dan bahkan sampai mengeluarkan cairan ketika kulit sudah infeksi.

“Tapi, kita tidak perlu takut terhadap penyakit skabies ini. Skabies ini masih dapat kita kontrol dan atasi dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dimanapun kita berada,” kata Prof Khairuddin.

“Intinya adalah hidup bersih dan disiplin dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Penyakit skabies memang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bahkan dalam satu ruangan ke ruangan lain atau dari rumah ke rumah,” sambungnya.

Tapi itu semua dapat mudah kita atasi lanjut Prof Khairuddin, dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat dimanapun kita berada.

BACA JUGA  2,4 Miliar Pekerja Dunia Terpapar Cuaca Panas Ekstrem

“Selain itu kita juga dapat menkonsumsi obat-obatan yang memang sudah di sediakan dalam kegiatan ini. Hari ini, kita juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, apabila tidak ada ketersediaan obat yang digunakan hari ini, para penderita bisa membawa resep obat yang kami berikan dan mengambil obatnya di Puskesmas terdekat,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut pun, mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MuRI). Kegiatan ini, disebut memecahkan rekor pemeriksaan dan pengobatan scabies kepada peserta terbanyak.

“Dari target 1.000 peserta, ternyata data terakhir sudah ada 1.006 yang ikut pemeriksaan. Otomatis ini sudah memecahkan rekor muri, karena emang ini kegiatan yang pertama kali dalam catatan MuRI, yang memberi dampak positif pada masyarakat,” sebut Awan Rahargo, Senior Manager MuRI.

Prof Khairuddin juga menambahkan, jika kegiatan ini awalnya ingin ditujukan bagi anak-anak di pondok pesantren, yang menetap di asrama. Tapi karena masih liur sekolah, sehingga kegiatanini, hanya menyasar anak panti asuhan yang memang tinggal atau hidup secara bersama.

BACA JUGA  214 Kasus ISPA Dipicu HMPV Ditemukan di Jakarta

Kegiatan tersebut, juga melibatkan dokter spesialis kulit dan kelamin dari perdoski yang berasl dari berbagai penjuru Nusantara. Sedikitnya ada 90 dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan menggandeng Derma XP sebagai solusi untuk mengobati masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel Andi Mariani menyambut baik kegiatan tersebut. Lantaran Pemerintah Kota Makassar sendiri, belum punya program khusus untuk penangan skabies. “Penyakit ini menurut awam belum mengganggu, tap bila dibiarkan, akan memberi dampak yang berkepanjangan,” pungkasnya. (Erlin/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

SEJUMLAH video yang memperlihatkan warga berbondong-bondong memunguti ribuan ikan tembang di bibir pantai viral di berbagai platform media sosial. Belakangan terungkap, fenomena tersebut terjadi di sepanjang Pantai Desa Ladahai-Tamborasi, Kecamatan…

Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendistribusikan 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu untuk 24.609 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Villa Redam Perlawanan Perlawanan Indonesia All Stars

  • August 1, 2026
Villa Redam Perlawanan Perlawanan Indonesia All Stars

Juarai Grup B, Persebaya Ditunggu Arema di Semifinal

  • August 1, 2026
Juarai Grup B, Persebaya Ditunggu Arema di Semifinal

Shin Tae-yong Senang Persija Bisa Atasi PSMS Medan

  • August 1, 2026
Shin Tae-yong Senang Persija Bisa Atasi PSMS Medan

PSSI Gelar Piala Soeratin KU-13 dan KU-15, KONI Cianjur Beri Apresiasi

  • August 1, 2026
PSSI Gelar Piala Soeratin KU-13 dan KU-15, KONI Cianjur Beri Apresiasi

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A