Pemkot Bandung Ikut Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

PEMERINTAH Kota Bandung siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait rencana kerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan untuk ASN.

Kebijakan itu direncanakan pemerintah guna menghemat bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak konflik di Timur Tengah (Timteng) yang menggangu pasokan minyak dunia, termasuk Indonesia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk penerapan kebijakan tersebut. Selama juklak dan juknisnya belum ada, ASN Pemkot Bandung tetap kerja seperti biasa.

“Pemkot menunggu saja, saya enggak akan sok tahu, jadi menunggu saja. Pada prinsipnya gini, kalau juklak dan juknisnya belum keluar, maka (ASN Pemkot Bandung, Red) bekerja seperti biasa,” ucapnya.

WFA untuk urai kemacetan

Menurut Farhan, saat ini sebagian ASN Pemkot Bandung ada yang melaksanakan work from anywhere (WFA) untuk mengurai arus balik mudik pada masa libur Lebaran. Namun, ASN yang bekerja seperti biasa pun sudah banyak.

BACA JUGA  Pemerintah Targetkan 80 Persen Sampah Tuntas pada 2029

“Sekarang kan statusnya sudah clear. Berdasarkan instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), maka ada work from anywhere. Tapi kayak saya ya ngantor saja, dari hari Rabu ngantor saja. Namum, Senin nanti masih berlaku full seperti biasa, belum ada WFH-WFH,” jelasnya.

Sebelumnya, Farhan menyebut bahwa Pemkot Bandung belum memutuskan akan menerapkan WFH untuk ASN setiap hari apa. Farhan bakal melihat situasinya dulu sebelum mengeluarkan keputusan, termasuk dapam memutuskan kebijakan bagi anak sekolah.

“Pemerintah provinsi menyarankan WFA setiap Kamis, sementara pemerintah pusat menyarankan Jumat. Kami masih melihat situasi, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah perlu menerapkan PJJ (pembelajaran jarak jauh),” terangnya.

Penghematan BBM

Farhan menambahkan, kebijakan tersebut dapat berdampak terhadap penghematan BBM dan energi. Krisis energi sangat bergantung pada pemerintah pusat. Hingga saat ini, Pertamina menjamin pasokan BBM masih aman dan belum ada tanda kenaikan harga BBM subsidi.

BACA JUGA  Atasi Masalah Sampah, Pemkot Bandung Terapkan Teknologi Termal

Di sisi lain, Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menuturkan, wacana WFH tersebut sejauh ini baru disampaikan secara verbal oleh pemerintah pusat. “Kita masih menunggu juknis dari pusat, karena ini baru disampaikan secara lisan,” tuturnya.

Meski begitu, Iskandar memastikan Pemkot Bandung telah menyiapkan skema kerja agar tetap selaras dengan kebutuhan pelayanan publik, apabila kebijakan tersebut resmi diberlakukan. “Kita sudah persiapkan, tinggal nanti kita sesuaikan dengan aturan dari pusat,” terangnya.

Iskandar menegaskan, penerapan WFH harus tetap memperhatikan kualitas pelayanan publik, yang tidak boleh terganggu oleh kebijakan tersebut. Pada prinsipnya, pelayanan publik harus tetap berjalan optimal.

Evaluasi

Itu yang menjadi prioritas. Selain itu, Pemkot Bandung juga akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait hari pelaksanaan WFH apabila kebijakan tersebut telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pusat.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Beri Diskon PBB Hingga 100 Persen dan Bebas Denda

“Kita lihat nanti apakah Jumat, Senin, atau Selasa, kita akan evaluasi sesuai kebutuhan,” katanya.

“Terlepas dari hal itu, kami menyambut baik bila skema WFH dari pemerintah pusat diterapkan pada hari Jumat, karena berpotensi dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Bandung. Kalau hari Jumat WFH, orang bisa datang lebih awal ke Bandung. Ini tentu berdampak positif,” sambungnya. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

PEMERINTAH Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor tata kelola pangan perkotaan (urban food governance) di tingkat global. Hal itu dibuktikan dengan undangan resmi dari World Food Programme (WFP) dan Milan…

Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, terus mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) agar berinovasi. Terutama untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah berbagai kebijakan anggaran saat ini. Salah satunya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gol Barros Antar Kemenangan Persib

  • July 25, 2026
Gol Barros Antar Kemenangan Persib

15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

  • July 25, 2026
15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

Perluas Kemitraan, Kalog Express Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

  • July 25, 2026
Perluas Kemitraan, Kalog Express Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Tiga Mahasiswa Asing Ikut Wisuda UPN Veteran Yogyakarta

  • July 25, 2026
Tiga Mahasiswa Asing Ikut Wisuda UPN Veteran Yogyakarta

Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

  • July 25, 2026
Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal

  • July 25, 2026
Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal