
PUNCAK arus balik Lebaran di Kota Bandung mencapai puncaknya. Hal itu ditandai dengan habisnya tiket, terutama bus tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur dan Selatan Jawa Barat (Jabar) di Terminal Leuwipanjang Kota Bandung.
Akibatnya penumpang yang datang membeli tiket secara on the spot (OTS), terpaksa mencari bus alternatif karena tiket habis.
“Diprediksi akan menjadi puncak arus balik penumpang yang berangkat, yang datang menurun tapi masih rame. Pada Senin (23/3) kemarin, tercatat 5.200 penumpang berangkat dengan sekitar 200 bus. Dari arah Barat, tercatat 5.998 penumpang datang dengan 250 bus.”
“Adapun tujuan favorit penumpang adalah Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, Depok dan Bogor,” ujar Kepala Terminal Leuwipanjang Kota Bandung, Asep Hidayat.
Per Gelombang
Menurut Asep, puncak arus balik ini disebut sebagai gelombang pertama karena bertepatan dengan berakhirnya masa cuti bersama Lebaran 2026.
Pihaknya juga mewaspadai gelombang kedua pada 28-29 Maret, seiring dimulainya hari pertama sekolah, dengan memastikan armada bus ke Merak, Kalideres, Cililitan dan Kampung Rambutan tersedia.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa situasi arus lalu lintas pada operasi ketupat Lodaya 2026 selama 1×12 jam untuk jalur tol, seperti GT Cikatama (tol Japek), kendaraan yang mengarah ke Jawa Tengah sebanyak 8.508 kendaraan dari data sebelumnya sebanyak 17.610 kendaraan alias menurun 52 persen.
“Dari arah Jakarta ada sebanyak 44.251 kendaraan dari data sebelumnya 23.224 kendaraan alias naik 91 persen atau rata-rata 3.688 kendaraan per jamnya. Lalu, GT Kalitama (tol Cipularang).”
Jumlah kendaraan
“Arah Bandung sebanyak 13.536 kendaraan dari data sebelumnya 15.353 kendaraan alias menurun 12 persen, sedangkan arah Jakarta sebanyak 24.762 kendaraan dari data sebelumnya 20.401 kendaraan alias naik 21 persen,” paparnya.
Hendra menyebut, untuk GT Ciawi (tol Jagorawi) kendaraan yang mengarah ke Puncak ada sebanyak 12.946 dari data sebelumnya 17.036 kendaraan alias menurun 24 persen. Dan, arah Jakarta sebanyak 23.507 kendaraan dari data sebelumnya 18.213 kendaraan alias naik 29 persen.
Kemudian, GT Cisumdawu Utama kendaraan yang mengarah ke Jateng sebanyak 3.606 kendaraan dari data sebelumnya 3.011 kendaraan atau naik 20 persen. Sementara yang mengarah ke Bandung sebanyak 6.791 kendaraan dari data sebelumnya 4.092 kendaraan alias naik 66 persen.
“Kalau jalur arteri ini, tercatat jalur arteri Utara ada sebanyak 6.940 kendaraan (Jalan Arteri Tanjung Pura, Karawang) yang naik 54 persen, jalur arteri Selatan (Jalan Nagreg) sebanyak 16.302 kendaraan atau turun tiga persen, Jalan Limbangan 9.439 kendaraan atau naik 16 persen,” jelasnya.
Rekayasa lalu lintas
Polisi pun kata Hendra, melakukan rekayasa lalu lintas untuk jalur Tol Trans Jawa pukul 16.00 WIB dengan sistem one way lokal dari KM 263 Tol Brebes Barat sampai KM 70 GT Cikatama dan contraflow dari KM 47 sampai 65 Tol Japek sebanyak dua lajur.
Untuk arus one way ke atas sudah mulai dinormalkan kembali dua arah di wilayah Puncak, pertimbangan arus ke atas sudah mulai mengalami penurunan. Rencana kegiatan one way arah Jakarta/Bogor untuk menguras arus balik wisata dari Pelabuhanratu. (zahra/M-01)







