
TIONGKOK disebut-sebut mulai mendukung Iran dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Dukungan Tiongkok itu dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang pengganti, dan komponen rudal.
Menurut berbagai sumber, kendati Beijing enggan terlibat langsung, namun sejumlah pejabat AS meyakini adanya campur tangan Tiongkok dalam militer Iran.
Untuk diketahui, Tiongkok merupakan pembeli utama minyak mentah Iran dan hubungan kedua negara pun terjalin baik selama ini. Bahkan Teheran secara ekslusif membolehkan kapal Tiongkok melewati Selat Hormuz yang ditutup Iran saat ini.
Informasi intelejen
Sebelumnya, Rusia juga dilaporkan telah membantu Iran dengan memberikan informasi intelijen saat menyerang militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Menurut sejumlah surat kabar AS, Rusia diduga telah memberikan informasi intelijen kepada Iran, yang dapat membantunya menyerang kapal perang, pesawat, dan aset-aset militer AS lainnya di Timur Tengah.
Meski demikian, intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran mengenai bagaimana menggunakan informasi tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.
Jika terbukti, hal ini menjadi indikasi pertama bahwa Rusia mulai terlibat secara tidak langsung dalam perang yang dimulai setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sepekan lalu.
Bersama dengan China, Rusia merupakan salah satu mitra dekat Iran. Moskow sebelumnya telah mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan. (*/N-01)






