Sepekan, Gunung Merapi Diguncang 1.522 Gempa

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Selama periode 13-19 Februari 2026, tercatat 1.522 gempa dan 160 kali guguran lava di kawasan puncak.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, Sabtu (21/2), merinci jumlah kegempaan tersebut terdiri atas 2 gempa Awan Panas Guguran (APG), 77 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 607 gempa Fase Banyak (MP), 5 gempa Low Frequency (LF), 810 gempa Guguran (RF), dan 21 gempa Tektonik (TT).

“Gempa-gempa tersebut terekam oleh jaringan seismik yang terpasang di Gunung Merapi dan sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, intensitas kegempaan pada periode ini lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir juga terjadi dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah hulu Kali Krasak.

BACA JUGA  BPPTKG Catat 887 Gempa Terjadi di Puncak Merapi Selama Sepekan

Gempa Gunung Merapi

Sementara itu, guguran lava teramati dua kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh maksimum 1.500 meter, 57 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 1.900 meter, 21 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.800 meter, serta 80 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter.

Dari aspek morfologi, terpantau sedikit perubahan pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume dan aktivitas guguran lava. Sedangkan Kubah Tengah tidak menunjukkan perubahan morfologi yang signifikan.

Berdasarkan analisis foto udara 13 Desember 2025, volume Kubah Barat Daya tercatat sebesar 4.171.800 meter kubik dan Kubah Tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.

BACA JUGA  Puncak Gunung Merapi Diguncang 1.277 Gempa Sepekan Terakhir

Selain itu, hujan juga terjadi di sekitar puncak Merapi. Intensitas tertinggi tercatat pada 13 Februari 2026 di Stasiun Pasarbubar sebesar 65,84 milimeter per jam selama 12 menit. Hujan tersebut dilaporkan menambah debit aliran di Sungai Pabelan.

“Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif, sehingga status aktivitas dipertahankan pada tingkat Siaga atau Level III,” kata Agus.

BPPTKG mengimbau para pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten untuk meningkatkan upaya mitigasi, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat serta penyiapan sarana dan prasarana evakuasi.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah potensi bahaya erupsi. (AGT/S-01)

BACA JUGA  KCIC sempat Batalkan Sejumlah Perjalanan akibat Gempa

Siswantini Suryandari

Related Posts

20 Orang Meninggal Akibat Kasus TB di Kabupaten Garut

SEBANYAK 3.939 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat terindikasi positif mengidap penyakit tuberkulosis (TB) sejak Januari hingga Mei 2026, berdasarkan hasil skrining terhadap terduga suspek 24.648 orang. Penyakit tersebut meningkat dan…

Kemendes Gandeng TNI dan Gandara Group Beri Sembako untuk Duafa Tasikmalaya

KEMENTERIAN Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia bersama Pangdam III/Siliwangi, Batalyon TP 939/Macan Putih berkolaborasi dengan Gandara group 37 dan Sahabat Ryano mendistribusikan 3.700 paket sembako bagi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

20 Orang Meninggal Akibat Kasus TB di Kabupaten Garut

  • May 25, 2026
20 Orang Meninggal Akibat Kasus TB di Kabupaten Garut

Kemendes Gandeng TNI dan Gandara Group Beri Sembako untuk Duafa Tasikmalaya

  • May 25, 2026
Kemendes Gandeng TNI dan Gandara Group Beri Sembako untuk Duafa Tasikmalaya

Cari Korban Hanyut di Sungai Batang Toru, Pemkab Taput Kerahkan Tim Gabungan

  • May 25, 2026
Cari Korban Hanyut di Sungai Batang Toru, Pemkab Taput Kerahkan Tim Gabungan

Pesta Miras dan Korban Jiwa Nodai Perayaan Kesuksesan Persib

  • May 25, 2026
Pesta Miras dan Korban Jiwa Nodai Perayaan Kesuksesan Persib

Menlu Sugiono Sambut Kembalinya 9 WNI yang Ditahan Israel

  • May 24, 2026
Menlu Sugiono Sambut Kembalinya 9 WNI yang Ditahan Israel

PLN Pastikan Kelistrikan di Sumatera Sudah Pulih

  • May 24, 2026
PLN Pastikan Kelistrikan di Sumatera Sudah Pulih