Beda Awal Ramadan, Umat Diminta Jaga Persatuan

KEMENTERIAN Agama bersama Komisi VIII DPR RI mengajak umat Islam untuk tetap menjaga persatuan dan saling menghormati apabila terdapat perbedaan dalam penetapan awal Ramadan 1447 H/2026 M. Seruan ini disampaikan usai Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, keputusan pemerintah diambil melalui proses yang memadukan pertimbangan syar’i dan ilmiah secara komprehensif.

“Penetapan awal Ramadan dilakukan melalui mekanisme yang sudah kita jalankan bertahun-tahun, yakni memadukan hisab dan rukyat. Keputusan ini bukan hanya pertimbangan teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk menghadirkan kepastian bagi umat,” ujar Menag.

Ia mengajak masyarakat menyikapi kemungkinan perbedaan dengan kedewasaan. Menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam merawat perbedaan secara rukun.

BACA JUGA  Pelunasan Biaya Haji Reguler Dibuka Mulai 14 Februari 2025

“Kalau pun ada yang memulai berbeda, mari kita hormati. Jangan sampai perbedaan teknis mengurangi ukhuwah kita sebagai sesama umat Islam,” tambahnya.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa sidang telah membahas penentuan awal Ramadan dengan mempertimbangkan kaidah keagamaan dan kaidah ilmiah. Berdasarkan paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak memungkinkan untuk dirukyat.

Beda Awal Ramadan tetap jaga persatuan

Pemerintah pun menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

“Berdasarkan kaidah keagamaan dan kaidah ilmiah yang telah didiskusikan, hilal tidak memungkinkan terlihat karena posisinya masih minus,” ujar Marwan.

Ia menegaskan, perbedaan metode dalam menetapkan awal bulan Hijriah tidak boleh menjadi alasan perpecahan. “Perbedaan jangan membuat kita tercerai-berai. Mari saling menghargai dan memperbanyak amal ibadah,” lanjutnya.

BACA JUGA  Daftar Jemaah Haji Khusus Diumumkan Terbuka

Komisi VIII DPR RI, kata dia, mendukung langkah Menteri Agama untuk terus mempertemukan berbagai pendekatan dalam penetapan awal bulan Hijriah, termasuk wacana kalender global, demi terciptanya kebersamaan umat di masa mendatang.

Sidang Isbat ini turut dihadiri Ketua Umum MUI, Dirjen Bimas Islam, pimpinan ormas Islam, serta perwakilan BMKG, BRIN, Badan Informasi Geospasial, dan Planetarium Jakarta. Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama juga memaparkan hasil pengamatan dan perhitungan posisi hilal dari berbagai wilayah di Indonesia. (*/S-01)

BACA JUGA  UIN dan Pesantren Disiapkan untuk Anak Palestina

Siswantini Suryandari

Related Posts

Korban Dugaan Penipuan Omah Kweni Mengadu ke Wabup

PERWAKILAN warga korban dugaan penipuan Perumahan Omah Kweni di Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, mengadu ke Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Rabu (18/2). Warga melaporkan tidak adanya kejelasan surat kepemilikan yang…

Jakarta Utara Olah 1.300 Ton Sampah per Hari

MENTERI Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Korban Dugaan Penipuan Omah Kweni Mengadu ke Wabup

  • February 18, 2026
Korban Dugaan Penipuan Omah Kweni Mengadu ke Wabup

Jakarta Utara Olah 1.300 Ton Sampah per Hari

  • February 18, 2026
Jakarta Utara Olah 1.300 Ton Sampah per Hari

Dihantam Galatasaray, Peluang Juventus ke 16 Besar Menipis

  • February 18, 2026
Dihantam Galatasaray, Peluang Juventus ke 16 Besar Menipis

160 Personel Manggala Agni Padamkan Karhutla di Riau

  • February 18, 2026
160 Personel Manggala Agni Padamkan Karhutla di Riau

Pemerintah Perbarui Data PBI Agar Tepat Sasaran

  • February 18, 2026
Pemerintah Perbarui Data PBI Agar Tepat Sasaran

Prajurit Kodim Tasikmalaya Diminta Jaga Soliditas dan Peduli Lingkungan

  • February 18, 2026
Prajurit Kodim Tasikmalaya Diminta Jaga Soliditas dan Peduli Lingkungan