Wali Kota: Keberagaman Jadi Nadi Kehidupan Kota Semarang

KOTA Semarang dinilai telah mencapai kematangan sosial, ketika keberagaman menjadi nadi kehidupan yang memastikan seluruh warga dapat tumbuh dan sejahtera bersama.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Agustina Wilujeng saat menghadiri Gelar Tuk Panjang Pasar Imlek Semawis 2577 di Gang Gambiran, Jumat (13/2).

Menurutnya, harmoni di Ibu Kota Jawa Tengah telah tumbuh secara alami, tanpa perlu pengakuan atau pujian dari luar. Ia menilai keberadaan Pasar Semawis yang bersisian dengan persiapan Pasar Dugderan menjadi bukti bahwa akulturasi budaya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya berharap Kota Semarang tanpa harus dipuji, tanpa harus ditonton, keberagaman itu sudah menjadi perilaku sehari-hari. Di sini ada kaum Tionghoa, Jawa, Melayu, hingga kelompok Arab Muslim di Kauman; mereka tinggal bersama untuk satu tujuan: kesejahteraan,” ujarnya.

BACA JUGA  Angpao Berasal Dari Dinasti Qin untuk Keberuntungan

Keberagaman Kota Semarang

Agustina menambahkan, toleransi dan gotong royong yang terbangun di ruang-ruang publik menjadi fondasi penting bagi stabilitas kota.

Ia juga mengaitkan stabilitas keamanan dengan produktivitas ekonomi melalui filosofi Warak Ngendok, simbol khas Semarang. Menurutnya, makna “ngendok” atau bertelur mencerminkan kesejahteraan yang hanya dapat tumbuh dalam suasana damai.

“Kalau congkrah tidak bakal bisa kerja. Kalau gelutan, ora iso metu ndoke. Maka Semarang damai itu tujuannya supaya setiap orang dapat beraktivitas dengan tenang; yang jualan tenang, yang sekolah tenang, sehingga ekonomi bisa tumbuh,” tegasnya.

Kematangan sosial tersebut, lanjutnya, mulai mendapat perhatian internasional. Penataan kawasan cagar budaya seperti Pecinan, Kampung Melayu, dan Bustaman dinilai mendapat respons positif, termasuk dari Duta Besar Prancis yang berencana mengarahkan wisatawan mancanegara menjadikan kampung-kampung tematik di Semarang sebagai destinasi utama.

BACA JUGA  Festival Wayang Semesta Hidupkan Budaya di Kota Semarang

“Kawasan Pecinan ini sudah siap menjadi destinasi wisata global. Ketika kita merawat budaya, ekonomi bergerak, kawasan cagar budaya makin hidup, dan generasi muda memiliki kebanggaan terhadap kotanya sendiri,” katanya.

Momentum Imlek

Momentum Februari ini juga dinilai istimewa karena berdekatan dengan perayaan Imlek 2577, persiapan Ramadan 1447 Hijriah, serta masa Prapaskah umat Kristiani.

Fenomena berbagai umat beragama yang bersiap menjalankan hari besar dalam waktu berdekatan disebut sebagai simfoni spiritual yang memperkuat identitas Semarang sebagai kota inklusif dan harmonis.

“Inilah Semarang. Ada tiga agama yang menjalani persiapan hari besar bersama-sama dalam sebuah simfoni spiritual yang asri. Doa kita bersama, semoga Semarang selalu menjadi rumah yang teduh bagi siapa pun yang tinggal dan datang ke kota ini,” pungkasnya. (Htm/S-01)

BACA JUGA  Wali Kota Semarang Pastikan Bantuan Korban Banjir Tersalurkan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis terhadap jenazah SN, 38, warga negara India yang ditemukan tewas di ruang detensi Kantor…

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

PERSONEL Patroli Jago Presisi Satuan Samapta Polres Cianjur, Jawa Barat, membantu seorang perempuan yang mengalami kontraksi karena hendak melahirkan. Ibu rumah tangga itu kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan