Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan PBI-JK Nonaktif

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mengajak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berkolaborasi untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait penonaktifan peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat penanganan laporan masyarakat, khususnya terkait layanan PBI maupun bantuan sosial (bansos) yang disalurkan melalui Kemensos.

“Ke depan, kami tentu ingin bekerja sama, kami ingin mendapatkan masukan-masukan, dan saya harapkan YLKI juga menjadi salah satu tempat untuk menampung pengaduan dari berbagai masyarakat tentang layanan PBI maupun juga tentang bansos secara umum yang disalurkan melalui Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul usai berdiskusi dengan jajaran YLKI di Kantor YLKI Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).

BACA JUGA  PBI JK Dinonaktifkan, Ini Penjelasannya

Kolaborasi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

Ia berharap, aduan masyarakat yang masuk melalui YLKI dapat terhubung langsung dengan pusat pengaduan Kemensos sehingga proses tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Jadi kita harapkan pelaporan dari masyarakat yang melalui YLKI nanti bisa terhubung langsung dengan pusat pengaduan yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial,” katanya.

Selain penanganan aduan, Gus Ipul juga mengajak YLKI terlibat dalam proses pemutakhiran data agar penyaluran bansos semakin tepat sasaran. Menurutnya, Kemensos dan YLKI sama-sama mengawal isu perlindungan, meski dalam ranah yang berbeda.

Kemensos memiliki mandat memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada masyarakat, sementara YLKI fokus pada perlindungan konsumen.

“Sama-sama mengawal isu perlindungan, karena kami juga salah satu mandatnya dari Presiden adalah memberikan perlindungan dan jaminan sosial,” ucapnya.

BACA JUGA  Kemensos Gandeng BPS Cek 11 Juta PBI-JKN Nonaktif

YLKI terima 40 aduan PBI-JK

Di kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Harian YLKI Niti Emiliana menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan YLKI mendukung penuh upaya pemerintah mewujudkan bansos tepat sasaran.

“Pada prinsipnya YLKI sangat mendukung yang namanya bantuan tepat sasaran. Sangat mendukung, tidak ada bantahan dari YLKI,” kata Niti.

Pihaknya telah menerima sekitar 36 hingga 40 aduan masyarakat terkait penonaktifan BPJS PBI-JK. Namun, setiap laporan tetap memerlukan proses verifikasi di lapangan atau ground checking sebelum ditindaklanjuti.

“Sampai detik ini kami telah menerima sekitar 36 atau sekitar sampai 40 pelaporan terkait dengan penonaktifan BPJS tersebut yang PBI. Tapi memang pelaporan tersebut tidak bisa kita tindak lanjuti secara mentah-mentah karena memang perlu adanya ground checking,” ujarnya.

BACA JUGA  Mensos Ingatkan Masyarakat Waspadai Bencana Alam

Niti menambahkan, lembaganya berfokus pada perlindungan konsumen, khususnya hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur. Ia menilai, dalam setiap prosedur penonaktifan seharusnya terdapat mekanisme transisi dan masa sanggah untuk memudahkan masyarakat, termasuk dalam proses reaktivasi kepesertaan.

Menutup pertemuan tersebut, Gus Ipul menyampaikan apresiasi atas masukan dan kritik yang disampaikan YLKI maupun masyarakat. Ia menegaskan Kemensos terus berbenah untuk menghadirkan data yang akurat serta memastikan bansos benar-benar tepat sasaran. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jateng Pastikan PKB 2026 Tak Naik, Kaji Diskon 5%

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menegaskan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada 2026. Bahkan, Pemprov tengah mengkaji relaksasi atau diskon PKB sekitar lima persen yang direncanakan berlaku hingga akhir…

Rektor UII Wisuda 416 Lulusan, Tekankan Empati Sosial

REKTOR Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Fathul Wahid mewisuda 416 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dalam prosesi yang digelar di Auditorium Kahar Muzakkir, Sabtu (14/2). Sebanyak 416 wisudawan tersebut terdiri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Jateng Pastikan PKB 2026 Tak Naik, Kaji Diskon 5%

  • February 14, 2026
Jateng Pastikan PKB 2026 Tak Naik, Kaji Diskon 5%

Rektor UII Wisuda 416 Lulusan, Tekankan Empati Sosial

  • February 14, 2026
Rektor UII Wisuda 416 Lulusan, Tekankan Empati Sosial

500 Pramuka Jabar Hijaukan Hulu Citarum di Situ Cisanti

  • February 14, 2026
500 Pramuka Jabar Hijaukan Hulu Citarum di Situ Cisanti

Libur Imlek, KAI Logistik Pastikan Kalog Express Tetap Beroperasi

  • February 14, 2026
Libur Imlek, KAI Logistik Pastikan Kalog Express Tetap Beroperasi

PPP Bantah Dugaan Penggelapan Dana Saksi Rp8 Miliar

  • February 14, 2026
PPP Bantah  Dugaan Penggelapan Dana Saksi Rp8 Miliar

Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan PBI-JK Nonaktif

  • February 14, 2026
Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan PBI-JK Nonaktif