Cetak 3D-HA Beri Harapan Baru Penanganan Trauma Tulang pada Hewan

KEHADIRAN teknologi pencetakan 3D-HA (3 Dimensi Material Hidroksiapatit) akan sangat membantu penanganan trauma tulang pada hewan.

Dengan adanya kemudahan ini pencetakan  3D-HA, akan mempercepat kesembuhan fraktur dan bahkan penggantian tulang rusak sehingga kesejahteraan dan keselamatan hewan bisa dapat tertangani lebih cepat.

Hal itu disampaikan Prof. Dhirgo Aji dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Bedah Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada di Balai Senat Gadjah Mada.

Prof. Dhirgo lebih lanjut mengatakan di Indonesia sumber material Hidroksiapatit (HA) dapat ditemukan dan sangat melimpah. Hal itu, katanya  menjadikan pembuatan sintesis HA juga bisa dilakukan di dalam negeri.

Material implan

“Bahkan di beberapa laboratorium lingkungan Universitas Gadjah Mada sudah bisa melakukan. Ini bisa menjadi pelopor penggunaan teknologi pencetakan 3D-HA dalam waktu dekat,” katanya.

BACA JUGA  UGM Resmi Tetapkan 16 Anggota MWA Terpilih

Menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Teknologi Pencetakan 3 Dimensi (3D) Material Hidroksiapatit untuk Penanganan Kasus Patah Tulang: Prospektif Industri Bidang Kedokteran Hewan, Prof. Dhirgo menyampaikan rasa prihatin atas sulitnya mencari material implan yang cocok bagi trauma kompleks tulang pada hewan di Indonesia.

Dikatakan, tidak sedikit peneliti dari Universitas Gadjah Mada di berbagai bidang melakukan riset pada pengembangan biomaterial bersumber alami dan sintetis, dan beberapa di antaranya telah memiliki paten.

“Bila semua peneliti disatukan, Universitas Gadjah Mada bisa menjadi pelopor produsen biomaterial utama di Indonesia, bukan hanya untuk keperluan hewan namun juga mungkin untuk keperluan masyarakat di masa yang akan datang,” ujarnya.

BACA JUGA  UGM dan UII Keluarkan Sikap Darurat Demokrasi Indonesia

Inisiasi

Mengingat besarnya manfaat teknologi pencetakan 3D dan 3D hidroksiapatit di bidang veteriner dalam mengoptimalkan upaya penanganan penyembuhan trauma tulang pada hewan, kata Dhirgo Aji, sudah saatnya mulai dilakukan inisiasi dan dipergunakan secara rutin di Indonesia.

“Bagaimanapun kesejahteraan hewan bukanlah suatu slogan yang hanya diucapkan secara lisan namun harus diwujudkan dalam setiap tindakan, dan Indonesia adalah negara yang tidak hanya besar dengan keragaman geografis yang strategis, namun juga memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.”

“Pelaksanaan kesejahteraan hewan dalam berbagai aspek kegiatan tidak hanya bicara tentang hewan didalamnya, namun juga menunjukkan kebesaran jiwa masyarakat yang melakukannya,” katanya. (AGT/N-01)

BACA JUGA  UGM-Universiti Malaya Bahas Inovasi Atasi Malaria dan Dengue

Dimitry Ramadan

Related Posts

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

PELAKSANA Tugas Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah memastikan bahwa implementasi Wajib Halal Oktober atau kewajiban sertifikasi halal akan dilaksanakan tepat waktu yakni mulai 18 Oktober mendatang. Sebab…

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

PERJALANAN melewati kanker tidak berhenti ketika pengobatan medis selesai. Bagi para penyintas kanker, fase pascapengobatan menjadi bagian penting dari perjalanan untuk membangun kepercayaan diri, berinteraksi secara sosial, mengembangkan potensi diri,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Positif Gunakan Narkotika, Selebgram Julia Prastini Jalani Rehabilitasi

  • September 20, 2026
Positif Gunakan Narkotika, Selebgram Julia Prastini Jalani Rehabilitasi

Seraf Naro Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

  • September 20, 2026
Seraf Naro Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Giliran Sevilla Menjadi Korban Keganasan Barcelona

  • September 20, 2026
Giliran Sevilla Menjadi Korban Keganasan Barcelona

Uni Eropa Kecewa dengan Keputusan AS Tolak Visa Presiden Palestina

  • September 20, 2026
Uni Eropa Kecewa dengan Keputusan AS Tolak Visa Presiden Palestina

Kasus Penyu di Sorong Masuk Proses Hukum

  • September 20, 2026
Kasus Penyu di Sorong Masuk Proses Hukum

Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan

  • September 20, 2026
Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan